BP3MI Bali Perkuat Sinergi dengan Pemkab Tabanan untuk Tingkatkan Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
BP3MI Bali Perkuat Sinergi dengan Pemkab Tabanan untuk Tingkatkan Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
BP3MI Bali Perkuat Sinergi dengan Pemkab Tabanan untuk Tingkatkan Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Tabanan, KP2MI (28/4/2026) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali melaksanakan kunjungan dan audiensi dengan Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan sebagai langkah memperkuat pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 28 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Tabanan. Dalam audiensi tersebut, sejumlah isu strategis dibahas guna mendukung penempatan yang aman, prosedural, dan berkelanjutan.
Pembahasan mencakup persiapan program SMK Go Global sebagai upaya mendorong lulusan sekolah kejuruan agar siap bekerja di luar negeri, pembinaan rutin terhadap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta pemetaan dan pencatatan Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Tabanan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, kedua pihak juga membahas penguatan program Desa Migran Emas sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis migrasi aman sekaligus meningkatkan pelindungan bagi calon PMI sejak dari desa.
Kepala BP3MI Bali Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya pelayanan yang berkelanjutan bagi Pekerja Migran Indonesia, mulai dari tahap persiapan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke tanah air.
“Pelayanan Pekerja Migran Indonesia harus dimulai sejak tahap persiapan, berlanjut selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke tanah air. Pencatatan data Pekerja Migran Indonesia asal Tabanan menjadi hal penting untuk kebutuhan penelusuran sekaligus dasar penyusunan program pemberdayaan, agar purna pekerja migran tetap produktif meskipun sudah tidak bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialog yang konstruktif dengan pertukaran gagasan dan masukan dari kedua belah pihak. Hal ini mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada Pekerja Migran Indonesia, mulai dari tahap persiapan hingga pelindungan selama bekerja di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, BP3MI Bali kembali menegaskan perannya dalam membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah guna mewujudkan sistem penempatan Pekerja Migran Indonesia yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berpihak pada pelindungan. ***(Humas/BP3MI Bali)