Monday, 16 March 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 38 Pekerja Migran Indonesia Deportasi dari Malaysia

-

00.03 13 March 2026 44

BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 38 Pekerja Migran Indonesia Deportasi dari Malaysia di Pelabuhan Dumai, Kamis (12/3/2026).

Pekanbaru, KemenP2MI (13/3) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau melalui Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai menyambut kedatangan 38 Pekerja Migran Indonesia yang dideportasi dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) KLIA di Pelabuhan Dumai, Kamis (12/3/2026).

Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menyampaikan bahwa pemulangan Pekerja Migran Indonesia deportasi melalui Pelabuhan Dumai masih terus berlangsung. Sebelumnya, sebanyak 165 Pekerja Migran Indonesia juga telah dipulangkan dari Malaysia melalui Pelabuhan Dumai.

“Pada hari ini kembali kita menerima saudara-saudara kita Pekerja Migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia sebanyak 38 orang. Jadi, total sejauh ini ada sekitar 203 orang yang telah kami fasilitasi pada bulan Ramadan untuk penyambutan dan pemulangan para Pekerja Migran Indonesia ke daerah masing-masing,” ujar Fanny.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas Pekerja Migran Indonesia yang dipulangkan merupakan pekerja migran nonprosedural yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Menurut Fanny, pemulangan Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia diperkirakan masih akan berlangsung hingga menjelang Hari Raya Idulfitri agar para pekerja migran dapat kembali ke daerah asal dan merayakan hari raya bersama keluarga.

Dalam proses penyambutan, BP3MI Riau juga menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan, termasuk pendampingan pelayanan cek kesehatan awal serta pendaftaran IMEI. Lebih lanjut, Fanny menyampaikan bahwa salah satu kendala yang sering dihadapi dalam proses pemulangan Pekerja Migran Indonesia ke daerah asal adalah keterbatasan biaya transportasi.

“Kendala yang paling sering kita hadapi adalah biaya transportasi ke daerah asal. Namun bagi mereka yang benar-benar tidak memiliki biaya, pemerintah akan memfasilitasi pemulangan hingga ke daerah masing-masing,” jelasnya.

Namun demikian, pemerintah tetap berupaya memberikan bantuan bagi Pekerja Migran Indonesia yang benar-benar tidak memiliki biaya untuk kembali ke daerah asalnya. BP3MI Riau memastikan bahwa seluruh Pekerja Migran Indonesia yang tiba di Dumai akan dilakukan pendataan serta difasilitasi untuk kembali ke daerah asal masing-masing, sehingga para Pekerja Migran Indonesia dapat kembali berkumpul bersama keluarga, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.