Tuesday, 10 March 2026
logo

Berita

Berita Utama

Dukung Target Nasional Penempatan Pekerja Migran Indonesia, BP3MI Kepri Perkuat Kolaborasi dengan SMK di Batam

-

00.03 10 March 2026 33

BP3MI) Kepulauan Riau jalin sinergi strategis dengan satuan pendidikan vokasi di SMKN 1 Batam, Rabu (4/3/2026).

BATAM, KemenP2MI (10/3/2026) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau resmi menjalin sinergi strategis dengan satuan pendidikan vokasi, yakni beberapa SMK yang telah menjalin MoU dalam rangka koordinasi penyiapan dan percepatan pencapaian target nasional penempatan 500.000 Pekerja Migran Indonesia prosedural melalui Program SMK Go Global di SMKN 1 Batam, Rabu (4/3/2026).

Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Imam Riyadi, memberikan apresiasi tinggi kepada SMK Negeri 1 Batam yang baru saja dinobatkan sebagai SMK Terbaik Nasional Tahun 2026. Sekolah ini dinilai sukses mencetak lulusan kompeten yang telah terserap di pasar kerja internasional, mulai dari Polandia (bidang welder), Kanada, hingga Qatar.

"SMK Negeri 1 Batam adalah bukti nyata bahwa lulusan vokasi kita mampu bersaing di level dunia. Melalui program SMK Go Global, kita ingin memastikan setiap keberangkatan dilakukan secara prosedural, aman, dan membawa martabat bangsa," ujar Imam dalam sambutannya.

Imam menjelaskan salah satu poin krusial dalam koordinasi ini adalah pemanfaatan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang telah disandang oleh 9 dari 19 SMK Negeri di Kepri.

“Kesembilan sekolah tersebut adalah SMKN 1 Batam, SMKN 1 Karimun, SMK IT Darussalam Boarding School 01 Batam, SMKN 2 Tanjungpinang, SMKN 3 Tanjungpinang, SMKN 4 Tanjungpinang, SMK Vidya Sasana Karimun, SMK Pelayaran Nasional Batam, SMKS Kartini Batam,” terangnya.

Menurut Imam, status BLUD memberikan fleksibilitas bagi sekolah dalam memperkuat fasilitas praktik dan sertifikasi LSP P1 yang diakui BNSP serta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan user di luar negeri melalui Bursa Kerja Khusus (BKK), serta sebagai solusi bagi lulusan SMK lain yang belum tersertifikasi.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu permasalahan yang dialami lulusan SMK di wilayah Kepulauan Riau adalah adanya lulusan yang dijanjikan bekerja ke luar negeri oleh oknum LPK, di mana korban telah mengeluarkan biaya namun batal diberangkatkan.

Selain penguatan kompetensi, agenda ini menekankan pentingnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia dari ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dalam hal ini, BP3MI Kepri dan SMKN 1 Batam sepakat untuk memperkuat literasi hukum bagi siswa dan lulusan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, mengaku menyambut positif penyiapan Program SMK Go Global.

"Kami berencana melakukan sosialisasi dan edukasi untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang prosedur bekerja ke luar negeri yang benar melalui sistem SISKOP2MI," ujar Deden.

Deden berharap Program SMK Go Global di Batam ini diproyeksikan menjadi model replikasi nasional berbasis klaster wilayah.

“Melalui sinergi antara KemenP2MI, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan, diharapkan tantangan seperti kendala bahasa dan adaptasi budaya dapat teratasi melalui persiapan yang matang sejak di bangku sekolah,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Agreement/MoA) serta pemberian piagam penghargaan kepada SMK Negeri 1 Batam. Dengan adanya MoA ini, kerja sama tidak lagi hanya bersifat seremonial, melainkan akan diturunkan dalam bentuk action plan yang terukur guna memastikan lulusan SMK tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama di pasar kerja global. ** (Humas/BP3MI Kepri)