Friday, 3 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulawesi Tengah Perkuat Sinergi Penempatan PMI, Klinik Gikara Palu Resmi Layani Pemeriksaan Kesehatan CPMI

-

00.04 2 April 2026 27

BP3MI Sulawesi Tengah gelar Rapat Koordinasi bersama para pemangku terkait di kantor BP3MI Sulawesi Tengah, Kamis (2/4/2026)

Palu, KP2MI (2/4) – Dalam rangka meningkatkan kualitas penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Provinsi Sulawesi Tengah, BP3MI Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi bersama Sarana Kesehatan (Sarkes), Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta para pemangku kepentingan terkait, bertempat di ruang rapat kantor BP3MI Sulawesi Tengah pada Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas penetapan Klinik Utama Gikara Palu sebagai sarana kesehatan pemeriksa bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Rapat dihadiri langsung oleh Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Mustaqim, Ketua Tim Penempatan dan Kelembagaan BP3MI Sulawesi Tengah, Muhamad Ikhlas selaku penanggung jawab Klinik Gikara Palu, pimpinan P3MI, serta pimpinan LPK Bahasa se-Sulawesi Tengah.

Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penetapan Klinik Utama Gikara Palu sebagai Sarkes merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi CPMI sebelum penempatan ke luar negeri.

“Dengan telah ditetapkannya Klinik Utama Gikara Palu sebagai sarana pemeriksaan kesehatan CPMI, kami berharap adanya peningkatan koordinasi dan sinergi antara LPK, P3MI, dan sarana kesehatan. Hal ini penting untuk memastikan setiap pekerja migran yang diberangkatkan benar-benar siap, baik dari sisi kompetensi maupun kesehatan,” ujar Mustaqim.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penempatan dan Kelembagaan, Alberth Imanuel Tangdialla, memaparkan data penempatan Pekerja Migran Indonesia periode Januari hingga Maret 2026. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam mendukung proses penempatan yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Kolaborasi antara P3MI sebagai lembaga penempatan dan LPK serta Sarkes sebagai lembaga pendukung harus terus diperkuat. Ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran asal Sulawesi Tengah,” jelas Alberth.

Sementara itu, Penanggung Jawab Klinik Utama Gikara Palu, Muhamad Ikhlas, memaparkan secara komprehensif terkait profil klinik, termasuk alur pemeriksaan kesehatan CPMI serta fasilitas yang telah disiapkan untuk menunjang pelayanan.

“Pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi CPMI saat ini telah dapat dilaksanakan. Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk penyajian hasil pemeriksaan yang lebih rinci dan informatif,” ungkap Ikhlas.

Dalam sesi diskusi, perwakilan P3MI dan LPK menyampaikan sejumlah masukan, salah satunya terkait transparansi hasil pemeriksaan kesehatan serta kejelasan keterangan bagi CPMI yang dinyatakan fit maupun unfit untuk bekerja. Menanggapi hal tersebut, pihak klinik menyatakan kesiapan untuk melakukan perbaikan serta membuka ruang koordinasi lanjutan.

Selain itu, disepakati pula akan dilaksanakan pertemuan lanjutan guna membahas secara lebih rinci terkait komponen dan skema biaya pemeriksaan kesehatan, guna menciptakan sistem yang transparan, proporsional, dan akuntabel.

BP3MI Sulawesi Tengah berharap melalui rapat koordinasi ini, tercipta kesepahaman bersama antara Sarkes dan P3MI dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan CPMI, sehingga dapat meningkatkan kualitas perlindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia secara menyeluruh.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dan melakukan evaluasi secara berkala guna mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel dalam proses penempatan Pekerja Migran Indonesia. **(Humas/BP3MI Sulteng)