Tuesday, 28 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

Sinergi Program SMK Go Global dan Desa Migran Emas, Perkuat SDM Sultra Menuju Pasar Kerja Internasional

-

00.04 28 April 2026 13

Sinergi Program SMK Go Global dan Desa Migran Emas, Perkuat SDM Sultra Menuju Pasar Kerja Internasional

Kendari, KP2MI (28/4) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis guna mematangkan program SMK Go Global dan Desa Migran Emas. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor BP3MI Sultra pada Senin(27/4/2026), dengan menghadirkan seluruh Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja dari 17 kabupaten/kota serta Kepala SMKN/SMKS se-Kota Kendari.

Plt. Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, dalam sambutannya menekankan urgensi keberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui jalur prosedural. Langkah ini dipandang krusial untuk menjamin keamanan, keaslian dokumen, serta meminimalisir risiko eksploitasi di luar negeri.Ia juga memberikan peringatan keras terhadap maraknya tren rekrutmen ilegal melalui platform digital, khususnya Facebook.

"Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan. Transformasi digital tidak boleh menjadi celah bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menjerat tenaga kerja kita melalui jalur non-prosedural," tegas La Ode.

Lebih lanjut, La Ode memaparkan bahwa secara nasional, program SMK Go Global ditargetkan mampu menyerap sekitar 500 ribu tenaga kerja. Khusus untuk wilayah Sulawesi Tenggara, alokasi kuota yang disiapkan mencapai 80 ribu orang.

Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh yang mencakup, pelatihan intensif dan sertifikasi kompetensi, pendampingan penempatan kerja internasional, dan sosialisasi masif di tingkat sekolah kejuruan (SMK).

Saat ini, dari sekitar 1.000 peserta yang telah diusulkan, tahap awal program sudah mengakomodasi 200 orang. Para peserta ini akan menerima pembekalan komprehensif, mulai dari pelatihan bahasa, keterampilan teknis, hingga pemahaman mendalam mengenai mekanisme keberangkatan yang aman.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sultra, M. Ali Haswandy, menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menekan angka pengangguran melalui pemberdayaan lulusan muda.

"SMK adalah ujung tombak. Pelatihan dan sertifikasi kompetensi adalah kunci utama untuk meningkatkan daya saing global. Kami juga telah memfasilitasi pemeriksaan kesehatan (medical check-up) bagi Calon Pekerja Migran Indonesia di RS Bahteramas untuk menjamin standar kesehatan internasional," ujar Ali.

Rapat koordinasi ini disambut positif oleh jajaran dinas dan kepala sekolah yang hadir. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan otoritas pelindungan migran diharapkan menjadi fondasi kuat dalam melahirkan Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing global.

Melalui keberlanjutan program SMK Go Global dan Desa Migran Emas, Sulawesi Tenggara optimis dapat memperluas peluang kerja luar negeri sekaligus memastikan kesejahteraan para pahlawan devisa melalui jalur yang legal dan bermartabat.**(Humas/BP3MI Sultra)