Tuesday, 28 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

KP2MI Terima Sespimti Polri, Bahas Pelindungan Pekerja Migran hingga Kasus Scam Kamboja

-

00.04 27 April 2026 63

Sekjen KP2MI Kombes Pol Dwiyono bersama Kombes Pol Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon (27/4/2026).

Jakarta, KP2MI (27/4) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menerima kunjungan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri di Kantor KP2MI, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Pertemuan ini membahas upaya pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), termasuk maraknya kasus penipuan kerja di luar negeri.

Audiensi dipimpin Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol Dwiyono. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Profesi Polri dengan tema pemahaman pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dwiyono menjelaskan, KP2MI memiliki peran penting dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia sejak proses penempatan hingga bekerja di luar negeri.

“Kementerian ini dibentuk atas inisiatif Presiden Prabowo sebagai bentuk kepedulian terhadap Pekerja Migran Indonesia. Selain pelindungan, kami juga mendorong peningkatan kualitas pekerja migran agar lebih profesional,” ujar Dwiyono.

Ia menegaskan, Pekerja Migran Indonesia mencakup seluruh WNI yang bekerja di luar negeri dan menerima upah, termasuk atlet profesional.

Dalam pertemuan itu, turut dibahas sejumlah persoalan yang dihadapi Pekerja Migran Indonesia, seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan maraknya penipuan kerja (online scam), terutama di Kamboja.

KP2MI mencatat, sejak 2025 telah mencegah 7.482 kasus pemberangkatan ilegal Pekerja Migran Indonesia. Namun, masih banyak kasus yang tidak terdeteksi, terutama di wilayah perbatasan.

Direktur Siber Pelindungan KP2MI, Nur Romdhoni mengungkapkan, mayoritas penipuan lowongan kerja berasal dari media sosial.

“Sekitar 80% berasal dari media sosial. Saat ini ada 160 situs scam di Kamboja, dan 60 di antaranya masih aktif,” kata Romdhoni.

Ia juga menyebut, dari sekitar 6.400 WNI yang bekerja sebagai scammer di Kamboja, sebanyak 3.000 orang telah dipulangkan ke Indonesia.

Sementara itu, Widyaiswara Kepolisian Irjen Pol Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon mengapresiasi materi yang diberikan KP2MI.

“Kami berterima kasih atas wawasan yang diberikan. Ini menjadi bekal penting bagi peserta untuk diterapkan di lapangan,” ujarnya.

Diakhir sesi, Sekjen Dwiyono berharap, sinergi antara KP2MI dan Polri dapat memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia ke depan.

“Kami juga punya program Desa Migran Emas sebagai garda terdepan. Saat ini sudah ada 669 desa yang bekerja sama. Edukasi masyarakat penting agar tidak ada lagi PMI non-prosedural,” pungkasnya. **(Humas)