Friday, 3 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

KP2MI–Kemenkes Sinergi Bentuk Migrant Career Center, Wamen Christina: Perluas Peluang Perawat ke Luar Negeri

-

00.04 2 April 2026 33

Wamen P2MI Christina Aryani bersama Wamenkes Dante Saksono Harbuwono di Kantor Kemenkes, Jakarta (2/4/2026).

Jakarta, KP2MI (2/4) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani menyatakan, kolaborasi Kementerian P2MI dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi momentum penting memperkuat sinergi untuk membuka akses kerja luar negeri bagi tenaga kesehatan Indonesia.

Hal itu ia sampaikan, usai menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait penyiapan pekerja migran sektor kesehatan melalui pembentukan Migrant Career Center di lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes, Kamis (2/4/2026).

“Kerja sama ini bertujuan menyiapkan tenaga kesehatan Indonesia agar siap bersaing di pasar global,” ungkap Christina.

Saat ini Kemenkes membawahi 38 Poltekkes yang secara konsisten mencetak tenaga kesehatan, termasuk perawat. 

Adapun, proyeksi jumlah lulusan mencapai 50 ribu orang pada 2029. Sedangkan tingkat penyerapan tenaga kesehatan Indonesia ke pasar kerja luar negeri baru mencapai 10 persen. 

Di sisi lain, kata dia, minat bekerja di luar negeri cukup tinggi, tapi terkendala keterbatasan akses informasi terkait sertifikasi, persyaratan, hingga administrasi penempatan.

“Lewat kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ekosistem yang lebih kuat dan terintegrasi, sehingga lulusan tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat mengakses informasi dan peluang kerja luar negeri lebih mudah dan terarah,” jelasnya.

Penempatan tenaga kesehatan Indonesia juga telah berjalan di Jerman dan Jepang serta tengah menjajaki peluang kerja sama baru dengan Bulgaria.

“Ke depan, peluang penempatan tenaga kesehatan akan terus diperluas, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja global akibat fenomena aging population di berbagai negara. Lewat kolaborasi yang kuat, tenaga kesehatan Indonesia bisa semakin kompetitif dan mendapatkan akses kerja yang aman, legal, serta memberikan manfaat optimal,” imbuh Christina Aryani.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono ingin, lulusan Poltekkes yang mengisi pasar kerja luar negeri bisa lebih meningkat.

“Informasi terkait peluang kerja luar negeri pun bisa didapatkan dengan lebih menyeluruh lewat kolaborasi dua kementerian ini,” tambahnya. **(Humas)