Wednesday, 22 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sultra dan KADIN Perkuat Sinergi, Matangkan Program "SMK Go Global" untuk Penempatan Kerja Luar Negeri

-

00.04 22 April 2026 38

BP3MI Sultra dan KADIN Perkuat Sinergi, Matangkan Program "SMK Go Global" untuk Penempatan Kerja Luar Negeri

Kendari, KP2MI (22/4) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar audiensi bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulawesi Tenggara. Pertemuan ini membahas penjajakan kerja sama penyediaan sarana dan prasarana dalam rangka penyiapan kompetensi calon pekerja migran Indonesia guna mendukung program "SMK Go Global". Pertemuan berlangsung di kantor KADIN Sultra pada Selasa (21/4/2026).

Plt. Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendorong pembentukan sentral layanan calon pekerja migran Indonesia di Sulawesi Tenggara. Pusat layanan ini diproyeksikan sebagai sentral persiapan dan fasilitas penempatan tenaga kerja luar negeri.

"Dengan adanya pembentukan sentral layanan calon pekerja migran Indonesia, diharapkan dapat menjadi tempat untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global," ujar La Ode Askar.

Ia juga menambahkan bahwa program "SMK Go Global" merupakan salah satu solusi strategis untuk menyiapkan lulusan SMK agar memiliki daya saing internasional. Melalui program ini, lulusan SMK di Sulawesi Tenggara dipastikan tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang emas untuk berkarier di luar negeri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KADIN Sulawesi Tenggara, Budi Amin, mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyatakan kesiapan KADIN untuk memberikan dukungan penuh, termasuk menyesuaikan program kerja KADIN Sultra demi mendukung penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penyiapan kompetensi calon pekerja migran Indonesia.

"Kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme yang telah disiapkan. Kolaborasi antara KADIN Sultra dan BP3MI Sultra ini berawal dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan KADIN Pusat, yang kemudian diimplementasikan di tingkat daerah melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS)," jelas Budi Amin.

Melalui koordinasi intensif ini, diharapkan terjalin kerja sama yang solid untuk menciptakan sistem pelatihan terintegrasi. Tujuannya agar lulusan SMK di Sulawesi Tenggara mampu bertransformasi menjadi CPMI yang kompeten, profesional, dan siap bekerja di kancah internasional. **(Humas/BP3MI Sultra)