Wednesday, 13 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulawesi Tengah Dorong Siswa SMK Siap Go Global melalui Sosialisasi Migrasi Aman di Marawola

-

00.05 13 May 2026 9

BP3MI Sulteng laksanakan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di SMKS Muhammadiyah Marawola, Kab. Sigi, Rabu (13/5/2026)

Sigi, KP2MI (13/5) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di SMKS Muhammadiyah Marawola, Kabupaten Sigi, pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi inovasi BP3MI Sulawesi Tengah, yaitu SAPA VOKASI (Sosialisasi dan Pendampingan Vokasi Migran Indonesia) dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terkait peluang kerja luar negeri yang aman, prosedural, dan terlindungi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Tata Usaha BP3MI Sulawesi Tengah, Edy Dwi Arianto, beserta Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Tengah, Kepala SMKS Muhammadiyah Marawola, jajaran guru, serta seluruh siswa sebagai peserta sosialisasi.

Kepala SMKS Muhammadiyah Marawola Sukarni, membuka secara langsung kegiatan sosialisasi dan menyampaikan apresiasi kepada BP3MI Sulawesi Tengah atas pelaksanaan edukasi di lingkungan sekolah. Dalam sambutannya, beliau mengimbau para siswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menggali informasi sedalam mungkin terkait peluang kerja luar negeri serta memahami berbagai persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi sebagai bekal perencanaan karier di masa mendatang.

“Kami berharap melalui program seperti SAPA VOKASI, para siswa semakin termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan memiliki gambaran yang jelas mengenai peluang karier setelah lulus,” ucap Sukarni.

Memasuki sesi inti kegiatan, materi sosialisasi disampaikan oleh perwakilan Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Tengah, Mariyama. Dalam paparannya, Mariyama menjelaskan secara komprehensif terkait definisi dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia, persyaratan administratif dan kualifikasi calon Pekerja Migran Indonesia, serta berbagai skema penempatan resmi ke luar negeri.

“Setiap pekerja migran yang berangkat secara prosedural akan tercatat dalam sistem pemerintah sehingga negara dapat memberikan pelindungan secara maksimal, mulai dari proses penempatan hingga selama bekerja di negara tujuan,” jelasnya.

Selain itu, BP3MI Sulawesi Tengah juga memperkenalkan program SMK Go Global yang dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi berstandar internasional. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan SMK sehingga memiliki kesiapan mental, keterampilan, dan kemampuan untuk memasuki pasar kerja global secara profesional.

Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi berlangsung. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai bentuk pelindungan yang diberikan pemerintah kepada Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Menutup kegiatan, Tim BP3MI Sulawesi Tengah memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus meningkatkan kompetensi, kemampuan bahasa asing, dan kesiapan mental dalam menghadapi persaingan kerja global. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif mengenai prosedur migrasi aman yang disambut antusias oleh para peserta.

Melalui inovasi SAPA VOKASI, BP3MI Sulawesi Tengah terus berupaya memperkuat sinergi dengan sekolah vokasi dalam menciptakan lulusan yang siap kerja, memahami migrasi aman, serta memiliki wawasan global untuk bersaing di pasar kerja internasional. ** (Humas/BP3MI Sulawesi Tengah)