BP3MI Riau Sambut Kedatangan 51 PMI Deportasi dari Malaysia di Pelabuhan Dumai
-
BP3MI Riau Sambut Kedatangan 51 PMI Deportasi dari Malaysia di Pelabuhan Dumai
Pekanbaru, KemenP2MI (8/3) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau melalui Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai menyambut kedatangan 51 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia di Pelabuhan Dumai, pada Sabtu (7/3).
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menyatakan bahwa kedatangan tersebut merupakan bagian dari proses pemulangan pekerja migran Indonesia deportasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Menurutnya, pemulangan pekerja migran Indonesia deportasi melalui Pelabuhan Dumai akan masih terus berlangsung. Lanjutnya, pada 28 Februari 2026 lalu, sebanyak 114 pekerja migran Indonesia juga telah dipulangkan melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan tiba di Pelabuhan Dumai.
“Selain 51 pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia, pada pekan lalu sebanyak 114 orang juga telah dipulangkan melalui KJRI Johor Bahru ke Pelabuhan Dumai,” ujar Fanny.
Ia lanjut menjelaskan, mayoritas pekerja migran Indonesia yang dipulangkan merupakan pekerja migran nonprosedural. Para pekerja migran tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Lampung, Aceh, dan Sumatera Utara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Nusa Tenggara Barat.
“Selama bulan suci Ramadan, pemulangan pekerja deportasi melalui Pelabuhan Dumai telah dilakukan sebanyak dua kali dengan total sekitar 165 orang. Pemulangan pekerja migran Indonesia dari Malaysia diperkirakan masih akan berlangsung hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, agar para pekerja migran dapat kembali ke daerah asal dan merayakan hari raya bersama keluarga,” ungkapnya.
Dalam proses penyambutan, Fanny menyebutkan bahwa BP3MI Riau juga menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan, termasuk pendampingan pemeriksaan kesehatan awal serta kegiatan buka puasa bersama bagi para PMI yang baru tiba di Tanah Air.
“Secara umum, kondisi para pekerja migran dalam keadaan sehat, meskipun terdapat beberapa yang mengalami keluhan kesehatan ringan. Selain itu, terdapat satu pekerja migran perempuan yang sedang hamil sekitar 4 bulan dan telah mendapatkan penanganan agar proses pemulangan dapat berjalan dengan aman,” ucapnya.
Fanny menambahkan, salah satu kendala yang kerap dihadapi dalam proses pemulangan PMI ke daerah asal adalah keterbatasan biaya transportasi.
“Namun bagi pekerja migran yang benar-benar tidak memiliki biaya, pemerintah akan memfasilitasi pemulangan hingga ke daerah asal mereka masing-masing,” jelasnya.
Selain memfasilitasi pemulangan, Fanny bersama tim juga melaksanakan buka puasa bersama para Pekerja Migran Indonesia yang sedang menjalankan ibadah puasa di Shelter P4MI Dumai.
Menurutnya, sebagian pekerja migran Indonesia sebelumnya sempat berada dalam tahanan di Malaysia. Kehadiran mereka di Rumah Ramah P4MI Dumai diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman sebelum kembali ke keluarga masing-masing.
“Diharapkan momen kebersamaan ini dapat membantu menghilangkan trauma selama masa penahanan serta menjadi penguat bagi para pekerja migran Indonesia untuk kembali menata masa depan yang lebih baik,” pungkas Fanny. (Humas BP3MI Riau)