BP3MI D.I. Yogyakarta Gelar Sosialisasi Migrasi Aman dan Program Penempatan Perawat ke Jerman
-
BP3MI D.I. Yogyakarta Gelar Sosialisasi Migrasi Aman dan Program Penempatan Perawat ke Jerman
Yogyakarta, KemenP2MI (20/5) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia D.I. Yogyakarta bekerja sama dengan GIZ Triple Win dan GIZ ZME Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Migrasi Aman, Tertib, Teratur, dan Berkeadilan: Memulai Karier di Luar Negeri sebagai Perawat melalui Program Penempatan Pemerintah (Skema G-to-G) pada Rabu (20/5) di Harper Malioboro Yogyakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperluas diseminasi informasi terkait migrasi aman dan berbagai program penempatan pemerintah di sektor keperawatan, khususnya program Government to Government (G-to-G) ke Jerman. Sebanyak 148 peserta yang terdiri dari perwakilan mahasiswa dan civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala BP3MI D.I. Yogyakarta, Muhammad Ilyas Prakananda menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan global terus meningkat seiring fenomena aging population atau bertambahnya populasi lanjut usia di berbagai negara.
“Fenomena aging population di berbagai negara menyebabkan kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya perawat, terus meningkat. Indonesia memiliki potensi besar karena memiliki sumber daya perawat yang kompeten dan terus berkembang kualitasnya. Ini menjadi peluang strategis bagi generasi muda Indonesia untuk berkarier di sektor kesehatan internasional melalui jalur yang aman dan prosedural,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program penempatan pemerintah dirancang untuk memberikan pelindungan menyeluruh kepada calon pekerja migran Indonesia, mulai dari proses rekrutmen, pelatihan, hingga penempatan kerja di negara tujuan.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Dyah Rejekiningrum, Direktur Penempatan Pemerintah KP2MI/BP2MI yang memaparkan materi mengenai Skema Penempatan Pemerintah di Sektor Keperawatan. Dalam paparannya, Dyah menjelaskan berbagai program penempatan pemerintah yang tersedia bagi tenaga perawat Indonesia, termasuk mekanisme, persyaratan, tahapan seleksi, hingga pelatihan persiapan kerja sebelum keberangkatan ke negara tujuan.
Selain memperoleh informasi terkait prinsip migrasi aman, tertib, teratur, dan berkeadilan, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tahapan rinci pendaftaran program G-to-G untuk penempatan perawat ke Jerman melalui program Triple Win serta akses layanan yang tersedia di BP3MI D.I. Yogyakarta.
Di akhir kegiatan, dilaksanakan sesi konsultasi antara peserta dengan tim dari GIZ Triple Win dan GIZ ZME Indonesia yang dibagi ke dalam beberapa kelompok peserta. Sesi ini dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi secara langsung terkait peluang kerja, persyaratan program, pelatihan bahasa, hingga kesiapan mengikuti program penempatan pemerintah di sektor keperawatan.
Melalui kegiatan ini, BP3MI D.I. Yogyakarta berharap semakin banyak generasi muda, khususnya mahasiswa dan lulusan keperawatan, yang memahami pentingnya migrasi aman dan memanfaatkan peluang kerja luar negeri melalui jalur resmi pemerintah yang aman, legal, dan terlindungi.** (Humas BP3MI/DIY)