BP3MI Bali Laksanakan Bimbingan Teknis SISKOP2MI untuk Kebutuhan MCU CPMI di RSU Puri Raharja
-
Pemaparan terkait Penggunaan SISKOP2MI untuk Medical Check Up (MCU) CPMI di RSU Puri Raharja, Selasa (18/02/2026).
Denpasar, KemenP2MI (19/02) – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pemeriksaan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) untuk kebutuhan Medical Check Up (MCU) CPMI di RSU Puri Raharja, pada Selasa (18/02/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh beberapa staf administrasi RSU Puri Raharja yang terlibat dalam proses pelayanan dan penginputan data MCU CPMI. Bimtek dibuka oleh Pranata Komputer Ahli Pertama BP3MI Bali, Cantiaji Widia Nugraha, dengan pemaparan terkait pengenalan instansi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) beserta tugas dan fungsinya dalam memberikan pelindungan kepada Pekerja Migran Indonesia.
Dalam pemaparannya, disampaikan pula mengenai skema penempatan Pekerja Migran Indonesia, tata cara pelaksanaan MCU bagi CPMI, kriteria penetapan fit to work dan unfit to work, serta peran strategis rumah sakit dalam mendukung proses penempatan CPMI secara prosedural dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Cantiaji Widia Nugraha menegaskan pentingnya pemahaman teknis dan integritas data dalam proses pemeriksaan kesehatan CPMI.
“Penggunaan SISKOP2MI bukan hanya sebatas penginputan data, tetapi merupakan bagian dari sistem pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara menyeluruh. Data kesehatan yang akurat dan terverifikasi menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan CPMI siap dan layak ditempatkan,” ujar Cantiaji.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara BP3MI dan fasilitas layanan kesehatan menjadi kunci dalam mendukung penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman dan prosedural.
“Kami berharap rumah sakit dapat memahami alur dan standar yang berlaku, sehingga seluruh proses MCU berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi,” tambahnya.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pelaksanaan MCU CPMI melalui aplikasi SISKOP2MI. Simulasi dimulai dengan pengenalan sistem, dilanjutkan dengan praktik proses pengambilan sidik jari, pengambilan foto CPMI, hingga tata cara penginputan sertifikat MCU ke dalam sistem.
Melalui simulasi ini, peserta memperoleh pemahaman teknis secara langsung terkait alur penggunaan SISKOP2MI guna memastikan data kesehatan CPMI tercatat secara akurat, transparan, dan terintegrasi dalam sistem nasional pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, BP3MI Bali juga menyerahkan buku panduan teknis penggunaan SISKOP2MI kepada pihak rumah sakit sebagai pedoman dalam pelaksanaan operasional ke depan.
Melalui kegiatan Bimtek ini, BP3MI Bali berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara instansi pemerintah dan fasilitas layanan kesehatan dalam mendukung penempatan Pekerja Migran Indonesia yang sehat, aman, dan prosedural. **(Humas/BP3MI Bali)