Friday, 6 March 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen Christina Lepas 29 Pekerja Migran Program Triple Win ke Jerman: Terbesar di Satu Kloter

-

00.03 5 March 2026 72

Wamen Christina Aryani bersama Calon Pekerja Migran yang akan diberangkatkan ke Jerman, Kamis (5/3/2026).

Jakarta, KemenP2MI (5/3) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, akan melepas keberangkatan 29 Pekerja Migran Indonesia program Triple Win skema Government to Government (G to G) ke Jerman, Kamis (5/3/2026). 

Keberangkatan kali ini menjadi yang terbesar dalam satu kloter program G to G Jerman dan merupakan momen penting. 

Alasannya, tidak semua pendaftar program G to G Jerman lolos proses seleksi dan dapat mencapai tahap penempatan. 

“Keberangkatan ini bukan akhir perjuangan, tapi awal dari perjalanan besar untuk masa depan yang lebih baik. Berangkatlah bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk belajar, menambah pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan membangun jejaring profesional,” pesannya. 

Nantinya, lanjut Christina, pekerja migran Indonesia ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan berbeda di Jerman. 

Rinciannya 13 pekerja migran akan ditempatkan di Klinikum Wolfsburg, 6 orang di Seniorentzentrum Sonnhalden Neuenburg, 9 orang di Haus Maihalden Pforzheim, dan satu orang di Seniorenwohnen Neu-Ulm Ludwigsfeld.

Wamen Christina mengatakan, ke-29 pekerja migran ini juga datang dari berbagai latar belakang universitas dan sekolah/politeknik pendidikan kesehatan serta 11 provinsi asal. 

“Kami mengapresiasi peran lembaga pendidikan yang telah memperkuat kurikulum dengan pembelajaran bahasa Jerman, sehingga mempercepat proses penempatan dan meminimalkan risiko gagal berangkat,” jelasnya. 

Diketahui, Program Triple Win didukung kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jerman, termasuk lewat kolaborasi dengan GIZ Indonesia dan Goethe-Institut. 

Kementerian P2MI, kata Christina, juga tengah mendorong pendekatan Extended Global Skill Partnership lewat harmonisasi kurikulum dan penguatan bahasa Jerman sejak masa pendidikan. 

Sebanyak empat Poltekkes Kemenkes, yaitu Jakarta III, Bandung, Semarang, dan Medan akan menjadi pilot project untuk program ini. 

“Harapan kita, draft nota kesepahaman dapat disepakati dalam waktu dekat,” ungkapnya. 

Wamen Christina juga meminta 29 pekerja migran Indonesia menjaga profesionalisme, mengelola keuangan dengan bijak, serta menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di Jerman.

“Indonesia bangga. Jadilah perawat profesional yang tidak hanya bekerja, tapi juga membangun masa depan,” imbuhnya. **(Humas)