Thursday, 7 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

Sinergi Cetak Pengusaha Baru, Menteri Mukhtarudin Ajak HIPMI Kalteng Wadahi Purna Pekerja Migran

-

00.05 6 May 2026 58

Menteri P2MI, Mukhtarudin, saat menerima audiensi BPD HIPMI Kalimantan Tengah di Kantor KP2MI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Jakarta, KP2MI (6/5) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima audiensi jajaran Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Tengah di Kantor KP2MI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Pertemuan strategis ini membahas peluang kolaborasi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan bagi purna Pekerja Migran Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

Selain itu, fokus utama dari pertemuan ini juga adalah menyelaraskan visi pemerintah dengan jejaring pengusaha muda untuk memastikan para pekerja migran yang kembali ke tanah air memiliki wadah yang tepat dalam mengelola modal dan keterampilan yang telah mereka peroleh di luar negeri.

Dalam audiensi tersebut, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Sekretaris Jenderal KP2MI, Dwiyono. Sementara itu, delegasi HIPMI Kalteng dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Bintang Agustiar Sabran, didampingi Bendahara Umum, Chris Philip Alessandro, Wakil Ketua Umum, Ali Mulhakim, serta anggota pengurus lainnya.

Transformasi Paradigma Pekerja Migran

Menteri Mukhtarudin memaparkan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Kementerian P2MI kini memiliki kewenangan penuh sebagai regulator sekaligus operator. Fokus utama kementerian saat ini adalah menggeser paradigma dari penempatan tenaga kerja berketerampilan rendah (low-skill) menuju tenaga kerja berkemampuan menengah hingga tinggi (medium-high skill).

"Target kami adalah menyiapkan 500.000 tenaga kerja berkualitas hingga tahun 2029 pada sektor strategis seperti perawat, welder, hingga hospitality. Namun, yang tak kalah penting adalah apa yang mereka lakukan sekembalinya ke tanah air," ujar Mukhtarudin.

Berdasarkan data SISKOP2MI periode Januari 2025 hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 394.524 layanan penempatan telah dilakukan. Besarnya angka ini dinilai sebagai potensi ekonomi luar biasa jika dikelola dengan baik melalui program pemberdayaan dan kewirausahaan.

Peluang Kolaborasi dengan HIPMI Kalteng

Peluang kolaborasi dengan BPD HIPMI Kalteng terbuka lebar mengingat posisinya sebagai wadah pengusaha muda yang membawahi 13 cabang di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, sehingga menjadikannya mitra strategis dalam menyukseskan program Desa Migran Emas.

Dalam hal ini, Menteri P2MI menawarkan empat poin kolaborasi inti, yakni pemberian mentoring bisnis bagi purna Pekerja Migran terkait manajemen usaha dan akses pasar, serta melakukan inkubasi bisnis lokal untuk mengarahkan modal pekerja migran ke sektor unggulan daerah seperti hilirisasi perkebunan dan perikanan darat.

Selain itu, Menteri P2MI mengatakan sinergi dengan HIPMI Kalteng diharapkan dapat mempermudah akses permodalan melalui jaringan investasi dan lembaga keuangan, serta memperkuat edukasi dan sosialisasi mengenai prosedur kerja luar Negeri yang aman serta literasi keuangan guna memastikan remitansi dikelola menjadi investasi produktif.

Kerja sama dengan BPD HIPMI Kalteng ini menjadi langkah konkret lanjutan bagi KP2MI dalam memperluas jejaring kewirausahaan di tingkat daerah.

Sebelumnya, pada November 2025, kementerian telah menjalin kemitraan serupa dengan HIPMI Jakarta Utara sebagai respons terhadap tantangan bonus demografi. 

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa pengusaha muda adalah mitra strategis yang memiliki energi dan jaringan luas untuk mencetak generasi produktif.

HIPMI menurut Mukhtarudin, berperan krusial sebagai inkubator bagi purna pekerja migran yang sering kali memiliki modal namun minim pendampingan melalui penyediaan modul kewirausahaan, business matching.

"Hingga pembukaan akses permodalan agar mereka mampu bertransformasi menjadi wirausaha sukses di tanah air," imbuh Mukhtarudin.

Komitmen HIPMI Kalteng

Ketua Umum BPD HIPMI Kalteng, Bintang Agustiar Sabran, menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa HIPMI Kalteng siap bersinergi untuk memastikan para purna pekerja migran di Kalimantan Tengah tidak kembali berangkat ke luar negeri, melainkan menjadi pengusaha baru yang membuka lapangan kerja di daerah.

"Kami memiliki infrastruktur organisasi di 13 kabupaten/kota. Dengan pendampingan dari HIPMI, kami optimis purna pekerja migran dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di daerah, terutama dalam mengelola modal mereka ke sektor UMKM dan hilirisasi," pungkas Bintang.*