Sarawak Butuh Delapan Ribu Tenaga Kerja, Penempatan Pekerja Migran Asal Sulut jadi Prioritas
-
Sarawak Butuh Delapan Ribu Tenaga Kerja, Penempatan Pekerja Migran Asal Sulut jadi Prioritas, (26/01/2026).
Manado, KemenP2MI (26/01) — Pemerintah Negara Bagian Sarawak, Malaysia, membuka peluang besar bagi penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Sulawesi Utara. Kebutuhan tersebut mencakup sekitar 8.000 tenaga kerja asing, terutama untuk mendukung sektor industri strategis dan pembangunan wilayah Sarawak.
Hal ini mengemuka dalam kunjungan resmi Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Dato Sri Dr. Stephen Rundi, ke Provinsi Sulawesi Utara. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Malaysia, khususnya dalam mekanisme perekrutan dan penempatan pekerja migran Indonesia yang legal, transparan, serta berorientasi pada perlindungan tenaga kerja.
Pertemuan strategis ini dihadiri sejumlah pejabat penting Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, antara lain Deny Mangala, (Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sulut), Rahel Ruth Rotinsulu, (Kadisnakertrans Sulut), Wilhemina Nova Pangemanan, (Kadis Pertanian dan Peternakan), Edwin Kindangen (Kadis Perindustrian dan Perdagangan), Reza A.D. Wotulong (Kepala Biro Perekonomian Setda Sulut), serta M. Syachrul Afriyadi, selaku Kepala BP3MI Sulawesi Utara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menekankan pentingnya tata kelola perekrutan tenaga kerja yang legal, transparan, dan berkeadilan, sekaligus menjamin perlindungan hak-hak pekerja migran Indonesia. Peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur minyak dan gas, perkebunan, serta pembangunan wilayah Sarawak menjadi agenda utama pembahasan.
Dato Sri Dr. Stephen Rundi menyampaikan bahwa Sarawak saat ini tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja yang signifikan.
“Sarawak membutuhkan kurang lebih 8.000 tenaga kerja asing. Ini merupakan peluang yang sangat baik, mengingat Indonesia memiliki sumber daya manusia yang besar dan kompeten,” ujarnya.
Sementara itu, BP3MI Sulawesi Utara menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Kepala BP3MI Sulut, M. Syachrul Afriyadi, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat penempatan pekerja migran Indonesia yang aman dan bermartabat, khususnya pada sektor perkebunan kelapa sawit (plantation).
Lebih lanjut Syachrul juga berharap kunjungan ini dapat mendorong Pemerintah Indonesia untuk lebih aktif meningkatkan kompetensi dan keterampilan Calon Pekerja Migran Indonesia sebelum keberangkatan, sehingga tenaga kerja yang dikirim benar-benar siap bersaing dan terlindungi.
Pertemuan ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam penyempurnaan sistem penempatan Pekerja Migran Indonesia sekaligus mempererat hubungan bilateral Indonesia–Sarawak, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di kedua wilayah, **(Humas/BP3MI Sulut).