KP2MI Gandeng DPRD Kota Tanjungbalai, Fokus Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
-
KP2MI terima kunjungan kerja DPRD Kota Tanjungbalai di Kantor KP2MI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Jakarta, KP2MI (6/5) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka peluang kerja sama dengan DPRD Kota Tanjungbalai untuk memperkuat pelindungan sekaligus memperluas penempatan Pekerja Migran Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, saat menerima kunjungan kerja DPRD Tanjungbalai di Kantor KP2MI, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
“Ini momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia, sekaligus memastikan skema penempatan yang berkualitas dan berdaya saing global,” kata Ahnas.
Selain fokus pada pelindungan dan penempatan, KP2MI juga mendorong pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia purna melalui program Desa Migran Emas yang saat ini telah berjalan di lebih dari 669 desa di seluruh Indonesia.
KP2MI juga memperluas peluang kerja luar negeri melalui program SMK Go Global guna meningkatkan kompetensi Pekerja Migran Indonesia. Langkah ini dinilai relevan dengan kondisi di Tanjungbalai yang masih menghadapi keterbatasan lapangan kerja.
Berdasarkan data KP2MI, sepanjang 2026, Kota Tanjungbalai mencatat 38 PMI berangkat secara prosedural, dengan mayoritas tujuan Malaysia melalui skema private to private.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Tanjungbalai, Artati, menyoroti masih tingginya angka pekerja migran nonprosedural, mengingat letak geografis daerah yang berdekatan dengan Malaysia.
“Kami berharap KP2MI dapat memperkuat pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia asal Tanjungbalai. Sosialisasi migrasi aman juga penting untuk menekan pemberangkatan ilegal,” ujarnya.
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah pejabat KP2MI dan perwakilan anggota DPRD Tanjungbalai.** (Humas/ty)