Friday, 17 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sumbar Buka Kerja Sama Luas Dengan SMK, Fokus Siapkan Lulusan Siap Kerja Luar Negeri

-

00.04 13 April 2026 60

BP3MI Sumbar Buka Kerja Sama Luas Dengan SMK, Fokus Siapkan Lulusan Siap Kerja Luar Negeri.-

Padang, KP2MI (13/4/2026) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat terus memperluas sinergi dengan dunia pendidikan vokasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatera Barat. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (7/4) dan berlanjut pada Jumat (10/4) di Aula BP3MI Sumatera Barat, sebagai langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh BP3MI Sumatera Barat dengan lima sekolah, yaitu SMK Negeri 1 Lembah Melintang, SMK Negeri 1 Pariaman, SMK Negeri 2 Padang, SMK Negeri 2 Padang Panjang, dan SMK Negeri 6 Padang, pada Selasa (7/4).

Kerja sama kembali diperluas dengan delapan SMK lainnya, yakni SMK Negeri 4 Sijunjung, SMK Negeri 1 Sungai Rumbai, SMK Negeri 2 Painan, SMK Negeri 1 Koto XI Tarusan Pesisir Selatan, SMK Negeri 1 Ranah Batahan, SMK Negeri 1 Sintuk Toboh Gadang Padang Pariaman, SMK Negeri 1 Enam Lingkung Padang Pariaman, serta SMK Negeri 1 Padang Panjang, pada Jumat (10/4).

Perjanjian kerja sama ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan kualitas lulusan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional, sekaligus memberikan edukasi komprehensif kepada siswa dan lulusan mengenai peluang kerja luar negeri serta prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja global.

“Melalui perjanjian kerja sama ini, BP3MI Sumatera Barat bersama pihak sekolah berkolaborasi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional. Kami juga memastikan para siswa mendapatkan edukasi yang komprehensif terkait peluang kerja luar negeri serta prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Jupriyadi.

Jupriyadi menambahkan, langkah yang dilakukan BP3MI Sumatera Barat merupakan bagian dari implementasi arahan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, yang menekankan pentingnya penyiapan tenaga kerja terampil berbasis kebutuhan global.

Kementerian, lanjutnya, telah melakukan pemetaan kompetensi serta sektor penempatan di berbagai negara, sehingga program “SMK Go Global” diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu mengisi kebutuhan global di sektor-sektor strategis seperti welding, hospitality, caregiver, nursing, dan manufaktur.

Jupriyadi menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai program strategis, antara lain sosialisasi peluang kerja luar negeri, pemetaan data profil siswa dan lulusan, penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi seperti bahasa asing dan keterampilan teknis, fasilitasi sertifikasi, serta pendampingan proses seleksi melalui skema Government to Government (G to G) maupun skema resmi lainnya.

Dalam implementasinya, lanjut Jupriyadi, pihak sekolah berkomitmen menyiapkan data profil lulusan yang berminat bekerja ke luar negeri serta menyediakan sarana dan prasarana pendukung kegiatan. Sementara itu, BP3MI Sumatera Barat akan menyediakan informasi peluang kerja secara berkala, menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan, serta memfasilitasi seluruh tahapan seleksi hingga penempatan bagi calon pekerja migran.

Kepala SMK Negeri 2 Padang Panjang, Dedi Zasplin, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai kolaborasi ini membuka peluang besar bagi para siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini karena memberikan arah yang jelas bagi lulusan kami untuk mengembangkan kompetensi hingga mampu bersaing di tingkat internasional. Ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa,” ungkap Dedi.

Jupriyadi menyampaikan, perjanjian kerja sama ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

“Melalui kolaborasi yang terus diperluas ini, diharapkan lulusan SMK di Sumatera Barat semakin siap secara kompetensi dan memiliki akses yang lebih luas untuk bekerja di luar negeri secara legal, aman, dan professional,” tutup Jupriyadi. ** (Humas/BP3MI Sumbar)