Friday, 3 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulawesi Tenggara dan Pemkot Bau-Bau Bahas Potensi Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri

-

00.04 2 April 2026 28

BP3MI Sultra dan Pemkot Bau-Bau Bahas Potensi Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri, Kendari, Rabu (1/4/2026)

Kendari, KP2MI (1/4) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan koordinasi dengan Wakil Wali Kota Bau-Bau untuk membahas pendalaman potensi ketenagakerjaan luar negeri sebagai upaya menekan angka pengangguran di daerah, di Hotel Claro, Kendari, Rabu (1/4/2026).

Plt Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, menyatakan pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Wakil Wali Kota Bau-Bau. Dalam diskusi, terungkap bahwa Kota Bau-Bau dinilai strategis sebagai pusat atau sentra lintas wilyah kepulauan, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi lokasi pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI)

Wakil Wali Kota Bau-Bau, Wa Ode Hamsinah Bolu, menegaskan bahwa pemerintah daerah melihat peluang besar dalam pengembangan tenaga kerja luar negeri sebagai solusi pengurangan pengangguran dan Bau-Bau memiliki posisi strategis sebagai pusat wilayah kepulauan dan berencana menjadikan Bau-Bau sebagai sentra pelatihan tenaga kerja, khususnya untuk penempatan kerja ke luar negeri.

“Kota Bau-Bau telah memiliki Balai Pelatihan Kerja (BLK) yang siap dimanfaatkan. Sehingga ke depan penguatan akan dilakukan pada aspek kelembagaan dan program pelatihan. Gedung BLK sudah tersedia, tinggal bagaimana kami memperkuat struktur dan program agar mampu menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing, baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

La Ode Askar juga menambahkan, pemerintah Kota Bau-Bau juga tengah menyiapkan pilot project pengembangan tenaga kerja berbasis pendidikan dengan menggandeng perguruan tinggi. Program ini akan memprioritaskan sektor kesehatan, khususnya tenaga perawat, dengan target negara penempatan ke Jepang.

“Kami akan mulai dengan pilot project terutama untuk target perawat. Harapannya mereka bisa dipersiapkan untuk bekerja ke Jepang, baik melalui skema G to G maupun SSW, dengan kemampuan bahasa minimal N4,” jelas La Ode Askar.

Wa Ode Hamsinah Bolu juga mengatakan salah satu program yang telah berjalan adalah pelatihan Bahasa Korea melalui kerja sama dengan pemerintah Korea. Program ini diharapkan dapat membuka peluang penempatan melalui skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan.

Selanjutnya, La Ode Askar, juga menyatakan jumlah angkatan kerja di Kota Bau-Bau mencapai sekitar 84.000 orang, dengan angka pengangguran sekitar 3.400 orang atau sekitar 4 persen. Pemerintah daerah menargetkan sebagian dari angka tersebut dapat dialokasikan untuk peluang kerja di luar negeri.

“Ini bagian dari strategi kami untuk menekan angka pengangguran. Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, termasuk di luar negeri,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah Kota Bau-Bau juga berharap adanya dukungan dari KP2MI melalui pembukaan pos pelayanan di daerah. Diharapkan pos pelayanan dapat mempermudah akses masyarakat dan pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan potensi tenaga kerja Sulawesi Tenggara di pasar kerja luar negeri. **(Humas/BP3MI Sultra)