Wednesday, 4 February 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulteng Gandeng Poltekkes Kemenkes Palu, Tingkatkan Kualitas Penempatan Pekerja Migran Indonesia

-

00.01 27 January 2026 61

BP3MI Sulteng Gandeng Poltekkes Kemenkes Palu, Tingkatkan Kualitas Penempatan Pekerja Migran Indonesia, (27/01/2026).

Palu, KemenP2MI (27/01) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah terus memperkuat upaya peningkatan kualitas penempatan Pekerja Migran Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjajaki kerja sama dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Palu dalam rangka permodelan Test Center Japan Foundation Test (JFT) Basic di Kota Palu.

Kunjungan koordinasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, (27/01/2026), bertempat di Ruang Kerja Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan Poltekkes Kemenkes Palu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen BP3MI Sulawesi Tengah untuk memastikan kesiapan lembaga vokasi unggulan sebagai bagian dari sistem penempatan pekerja migran Indonesia yang terstandar, profesional, dan berdaya saing global.

Dalam pertemuan tersebut, BP3MI Sulawesi Tengah melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan sarana dan prasarana, keseriusan institusi, serta potensi Poltekkes Kemenkes Palu sebagai lokasi pelaksanaan JFT Basic yang representatif di Sulawesi Tengah.

Ketua Tim Penempatan BP3MI Sulawesi Tengah, Alberth, menegaskan bahwa pembentukan Test Center JFT Basic di Palu merupakan langkah penting untuk memastikan Calon Pekerja Migran Indonesia memiliki kompetensi dasar yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya Jepang.

“Kami ingin memastikan keinginan masyarakat untuk bekerja ke luar negeri tidak terhambat oleh biaya tambahan. Dengan menghadirkan ujian JFT Basic di Kota Palu, CPMI tidak perlu lagi mengeluarkan biaya besar untuk mengikuti ujian ke luar daerah, sehingga prosesnya menjadi lebih ringan dan terjangkau,” ujar Alberth.

Sementara itu, Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Palu, Sumiaty, menyambut baik inisiatif BP3MI Sulawesi Tengah dan menyatakan kesiapan institusinya untuk bersinergi mendukung program tersebut.

“Dari sisi sarana dan prasarana, Poltekkes Kemenkes Palu telah memiliki tiga ruang site test berbasis Computer Based Test (CBT) dengan kapasitas masing-masing 30 peserta. Selain itu, kami juga berpengalaman menyelenggarakan berbagai ujian berskala nasional,” jelas Sumiaty.

Ia menambahkan, Poltekkes Kemenkes Palu juga memiliki Kelas Internasional berkapasitas 30 mahasiswa yang didukung kurikulum Bahasa Jepang serta tenaga instruktur bersertifikasi Japanese Language Proficiency Test (JLPT) N3.

Lebih lanjut, BP3MI Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa selain kesiapan teknis, dukungan nonteknis juga menjadi perhatian utama. Hal ini mencakup kelengkapan dokumen kerja sama berupa proposal yang memuat profil lembaga, ketersediaan sarana dan prasarana, rekapitulasi potensi calon peserta, serta pernyataan kesiapan Poltekkes Kemenkes Palu sebagai lokasi pelaksanaan Japan Foundation Test (JFT).

Sebagai bentuk dukungan lanjutan, BP3MI Sulawesi Tengah juga akan melakukan koordinasi dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah memiliki Sending Organization (SO), serta menjalin komunikasi dengan pihak Japan Foundation guna mendorong percepatan realisasi pembukaan lokasi ujian JFT di Kota Palu.

Melalui koordinasi dan sinergi ini, BP3MI Sulawesi Tengah optimistis kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan vokasi mampu memperkuat ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia yang berkualitas, berdaya saing global, serta memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran Indonesia, **(Humas/BP3MI Sulteng).