BP3MI Nusa Tenggara Timur dan GIZ Jerman Siapkan Guru Bahasa Jerman yang Tersertifikasi untuk Peluang Kerja Global
-
BP3MI Nusa Tenggara Timur bersama GIZ Jerman lakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Kupang, Jumat (24/4/2026)
Kupang, KP2MI (5/5) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) Jerman melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk membahas program penguatan kapasitas guru Bahasa jerman dan peluang kerja di Jerman, pada hari Jumat (24/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi NTT ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo dan Kepala Bidang SMA/SMK Ayub S. P. Sanam. Delegasi BP3MI NTT dipimpin langsung oleh Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida bersama tim. Sementara itu, GIZ Jerman diwakili oleh Nikolaus Sau sebagai Penanggungjawab GIZ Wilayah Timur dan Imam, salah satu staf GIZ.
Dalam paparannya, GIZ Indonesia menekankan tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jerman, khususnya pada sektor Tenaga Kesehatan (perawat) dan Bidang Kuliner (culinary). Keunggulan utama program ini adalah tidak adanya batasan usia bagi pelamar, selama mereka memiliki penguasaan Bahasa Jerman yang mumpuni.
Suratmi menekankan pentingnya persiapan yang matang dari hulu agar putra-putri NTT dapat memenangkan persaingan di pasar kerja Eropa.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat NTT berangkat dengan bekal kompetensi yang diakui dunia. Jerman membuka pintu lebar-lebar untuk profesi perawat dan kuliner tanpa batasan usia. Kuncinya adalah penguasaan bahasa. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan GIZ ini adalah langkah konkret kita menyiapkan pondasi bahasa sejak di bangku sekolah," ujar Suratmi.
Nikolaus menjelaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini berlangsung selama enam bulan secara gratis bagi guru yang berkomitmen. Terlebih karena provinsi NTT terpilih menjadi satu dari hanya tiga provinsi di seluruh Indonesia (bersama NTB dan Lampung) yang mendapatkan kesempatan pelatihan peningkatan kapasitas guru Bahasa Jerman dari GIZ Jerman. Kuota tersedia untuk 47 orang peserta terpilih dari tiga provinsi. “Prioritas diberikan kepada Guru SMK/SMA Bahasa Jerman dengan kemampuan level A2 - B1 dan juga pelatihan ini menggunakan sistem Blended Learning melalui Learning Management System (LMS) dan pertemuan tatap muka,” ucapnya.
Ambrosius menyambut positif program ini dan segera mengambil langkah cepat dengan melakukan mapping terhadap guru-guru SMK/SMA yang memenuhi kriteria. Proses pendaftaran akan dilakukan melalui mekanisme seleksi ketat guna memastikan peserta yang terpilih mampu mencetak lulusan yang siap bersaing ke luar negeri.
“Kami sangat mengapresiasi kesempatan langka ini. Dengan guru-guru yang tersertifikasi secara internasional, kita bisa memberikan harapan baru bagi siswa SMK di NTT untuk meniti karier profesional di Jerman,” ungkap Ambrosius.
Kegiatan koordinasi ini diakhiri dengan komitmen komunikasi berkelanjutan antara Kepala Bidang Dinas Pendidikan bersama BP3MI NTT dan GIZ, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi membangun sumber daya manusia NTT yang mendunia. ** (Humas/BP3MI Nusa Tenggara Timur)