Friday, 10 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen Christina Dorong Pemkot Banda Aceh Siapkan Tenaga Kerja Siap Tembus Pasar Global

-

00.04 10 April 2026 29

Wamen Christina Dorong Pemkot Banda Aceh Siapkan Tenaga Kerja Siap Tembus Pasar Global

Banda Aceh, KP2MI (10/4) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh yang telah mengembangkan Banda Aceh Akademi, sebuah pusat pelatihan tenaga kerja yang terintegrasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK).

Oleh karena itu, ia mendorong agar penguatan pelatihan kerja yang telah dilakukan semakin berbasis kebutuhan pasar global. 

“Kami melihat Banda Aceh sudah memiliki langkah maju dengan menghadirkan Banda Aceh Akademi yang terintegrasi dengan BLK. Ini menjadi pusat pelatihan yang sangat strategis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat,” katanya usai pertemuan dengan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, di Banda Aceh, Kamis (9/4/2026) malam.

Wamen Christina menyebut, pelatihan kerja yang terpusat dan terstruktur menjadi modal penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Dia juga menekankan pentingnya mengarahkan program pelatihan pada sektor-sektor yang memiliki peluang besar di luar negeri.

“Kami mendorong agar pelatihan-pelatihan yang ada juga difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki peluang kerja di luar negeri, sehingga masyarakat memiliki akses yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelas Christina.

Dalam diskusi, keduanya memetakan sejumlah sektor prioritas yang berpotensi dikembangkan dan telah memiliki pangsa pasar di luar negeri. 

Wamen Christina beralasan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci membangun ekosistem penyiapan pekerja migran yang terarah, kompeten, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

“Sektor kesehatan seperti perawat dan caregiver, serta sektor hospitality seperti food and beverage, termasuk barista, menjadi beberapa bidang yang memiliki peluang besar,” ungkapnya.

Sebelum pertemuan tersebut, Wamen Christina juga telah mengunjungi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Aceh serta melakukan pembinaan pegawai di Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh ekosistem, mulai dari pendidikan, pelatihan, hingga pelindungan, berjalan selaras dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia yang berkualitas,” tambahnya. **