Monday, 18 May 2026
logo

Berita

Berita Utama

Sah! Kementerian P2MI Canangkan Gerakan Nasional Migran Aman dari Hulu ke Hilir

-

00.05 18 May 2026 73

KP2MI canangkan Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Senin (18/5/2026).

Jakarta, KP2MI (18/5) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI) resmi mencanangkan Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Senin (18/5/2026).

Langkah masif ini diinisiasi sebagai bentuk kehadiran nyata negara dalam memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia secara terintegrasi, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.

Acara krusial ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan.

Turut mendampingi Menteri P2MI, jajaran internal kementerian seperti Wamen P2MI Cristina Aryani, Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla, dan Sekjen KP2MI Komjen Pol Dwiyono. Kehadiran dari sektor swasta diwakili oleh Wakil Ketua Umum Kadin Nofel Saleh Hilabi, bersama para ketua umum asosiasi, serta diikuti secara virtual oleh jajaran BP3MI dan para pemangku kepentingan tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi di seluruh Indonesia.

Mandat Tegas Presiden Prabowo: Perangi Sindikat Ilegal

Sebelum pencanangan resmi dimulai, jalannya acara diawali dengan pemutaran video Mandat Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Presiden memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam jalur penempatan nonprosedural yang penuh risiko.

"Sekali lagi saya ingatkan bahwa jangan mau ikut-ikut dalam kegiatan ilegal. Kalau nyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak. Jadi rakyat kita jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini, berjanji itu," tegas Presiden Prabowo dalam rekaman video tersebut.

Transformasi Kelembagaan dan Kontribusi Pekerja Migran

Dalam sambutannya, Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan bahwa pembentukan Kementerian P2MI merupakan transformasi besar dari yang sebelumnya berbentuk badan operator (BP2MI) kini menjadi kementerian yang menjalankan fungsi operator sekaligus regulator, sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 139 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 90 Tahun 2024.

"Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami agar meningkatkan kualitas pelindungan bagi pekerja migran. Baik dari sebelum mereka bekerja, selama bekerja, serta setelah mereka bekerja, dan mengoptimalkan penempatan Pekerja Migran yang terampil, medium, dan high skill," ujar Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin mengingatkan bahwa Pekerja Migran bukanlah sekadar angka dalam laporan statistik, melainkan pejuang ekonomi yang rela menukar rindu demi kesejahteraan keluarga. 

"Kontribusi nyata mereka terlihat dari data statistik ekonomi dan keuangan Bank Indonesia, di mana remitansi yang dihasilkan Pekerja Migran pada tahun 2025 mencapai angka fantastis Rp288 triliun," beber Mukhtarudin.

Dampak positif ini, lanjut Menteri P2MI, kian terasa ketika remitansi dikelola secara produktif. Banyak purna Pekerja Migran pulang membawa keterampilan dan modal untuk membangun usaha di sektor pertanian, kuliner, industri kreatif, hingga pendidikan.

"Dari migrasi yang aman, lahir kemandirian dan kesejahteraan. Dan inilah yang kita sebut sebagai brain circulation," imbuh Menteri.

Tantangan Nyata: Ribuan Keberangkatan Ilegal Digagalkan

Menteri Mukhtarudin juga memaparkan data capaian penegakan hukum dan pelindungan sepanjang awal tahun ini. Sejak Januari hingga April 2026, Kementerian P2MI tercatat berhasil mencegah keberangkatan ilegal sebanyak 1.353 calon pekerja migran di berbagai titik perbatasan.

Selain itu, KP2MI telah melakukan takedown terhadap 4.213 konten digital berbahaya dan menyesatkan, juga menangani 1.173 aduan dari Pekerja Migran di berbagai negara penempatan.

"Kondisi ini menegaskan bahwa negara harus hadir. Bukan hanya melalui kebijakan di atas kertas, tetapi juga hadir langsung di ruang-ruang kehidupan masyarakat," cetusnya.

5 Strategi Utama dan Penguatan Desa Migran Emas

Gerakan Nasional Migran Aman ini dipastikan bukan sekadar seremoni belaka, melainkan instrumen pencegahan berkelanjutan yang langsung menyasar akar rumput (keluarga dan desa).

Untuk menyukseskan Gerakan Nasional Migran Aman, Kementerian P2MI mendorong lima strategi utama yang komprehensif dari hulu ke hilir. Strategi tersebut diawali dengan penyebaran informasi masif guna mendominasi ruang publik dan digital dalam mengedukasi masyarakat, yang dibarengi dengan mitigasi risiko serta deteksi dini lewat pengawasan ketat di wilayah-wilayah rawan penempatan ilegal. 

Selain itu, kementerian membangun kolaborasi lintas sektor bersama kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga pihak swasta.

Di tingkat bawah, dilakukan akselerasi edukasi akar rumput dengan menjadikan desa sebagai simpul utama informasi melalui program Desa Migran Emas, serta memobilisasi para purna Pekerja Migran Indonesia sebagai agen perubahan tepercaya yang mengedukasi komunitas di lingkungan mereka.

Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 669 Desa Migran Emas di seluruh provinsi di Indonesia yang berfungsi sebagai garda terdepan pelindungan serta pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat. 

Menteri Mukhtarudin meminta pemerintah daerah, kepala desa, dan perangkat desa untuk mengintegrasikan gerakan ini ke dalam forum warga, seperti musyawarah desa, kegiatan PKK, hingga posyandu.

Ia juga mengetuk hati para tokoh agama untuk menyelipkan pesan migrasi aman di mimbar-mimbar ibadah, serta meminta media massa dan penggiat digital untuk terus menyebarkan informasi edukatif agar harapan masyarakat tidak dibajak oleh tipu daya sindikat.

Peresmian Gerakan

Menutup sambutannya, Menteri P2MI secara resmi membuka jalannya gerakan nasional ini demi menjaga harkat, martabat, dan masa depan warga negara Indonesia di luar negeri.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, maka saya nyatakan dimulai Gerakan Nasional Migran Aman. Menyuarakan kebersamaan dan menghadirkan pelindungan nyata bagi seluruh Pekerja Migran Indonesia. Jadikan gerakan ini hidup di tengah keluarga, tumbuh di desa-desa, dan menguat dalam lapisan masyarakat. Migran yang aman, demi rakyat yang sejahtera, dan untuk Indonesia yang lebih maju," pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Serahkan Kartu Elektronik Pekerja Migran

Seusai menggelar acara tersebut, KP2MI secara simbolis menyerahkan Kartu Elektronik Pekerja Migran Indonesia (E-PMI) kepada tiga orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Penyerahan kartu ini menjadi simbol nyata dari penguatan sistem pelindungan hukum, sosial, dan ekonomi, sekaligus menegaskan kesiapan layanan digital yang terintegrasi bagi para "Pejuang Keluarga", selama bekerja di luar negeri.

Di sela-sela penyerahan tersebut, momen penuh kehangatan sekaligus penegasan disiplin terjadi saat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung menyempatkan diri berdialog langsung dengan salah satu Calon Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu.

Sembari menyerahkan kartu, Dudung memberikan pesan moral yang mendalam agar para pekerja tidak hanya fokus pada pekerjaan, tetapi juga menjaga martabat tanah air.

"Jaga nama baik bangsa dan negara," tegas Dudung dengan penuh harap kepada Calon Pekerja Migran tersebut. Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa setiap pekerja migran adalah duta bangsa yang membawa citra dan kehormatan Indonesia di kancah internasional.

Melalui pemberian E-PMI dan pembekalan mental ini, KP2MI berharap para Calon Pekera Migran dapat berangkat dengan rasa aman, terlindungi oleh sistem yang kuat, serta memiliki rasa tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik Indonesia di negara penempatan.*