Saturday, 4 April 2026
logo

Berita

Berita Utama

KP2MI Lepas 200 Pekerja Migran ke Jepang Lewat SMK Go Global, Tekankan Penempatan Berkualitas

-

00.04 4 April 2026 23

KP2MI Lepas 200 Pekerja Migran ke Jepang Lewat SMK Go Global di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (3/4/2026)

Tangerang, KP2MI (3/4) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melepas sebanyak 200 Pekerja Migran Indonesia ke Jepang melalui Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (3/4/2026).

Pelepasan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong penempatan pekerja migran yang berkualitas dan berdaya saing global.

Acara pelepasan dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya, hingga perwakilan BUMN dan pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan favorit bagi Pekerja Migran. Namun, Dzulfikar mengingatkan pentingnya kesiapan menyeluruh sebelum berangkat ke luar negeri.

“Berangkat ke luar negeri harus penuh persiapan, baik dari sisi bahasa, dokumen, visi, hingga kesiapan fisik menghadapi perbedaan iklim,” ujar Dzulfikar.

Dzulfikar juga menekankan bahwa pekerja migran merupakan duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Karena itu, para pekerja diminta menjaga etos kerja, disiplin, serta terus meningkatkan kemampuan.

Program SMK Go Global sendiri merupakan bagian dari strategi nasional dalam membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan. Program ini membuka akses bagi lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri secara prosedural, profesional, dan terlindungi.

Direktur Teknis PT Angkasa Pura Indonesia Ristiyanto Eko Wibowo mengatakan pihaknya turut mendukung peningkatan kualitas calon Pekerja Migran Indonesia melalui pelatihan bahasa dan budaya Jepang.

“Pelatihan dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Dewa Aksara Nusantara sebagai upaya mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di lingkungan internasional,” katanya.

Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyebut program ini menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga kerja produktif di negara maju sekaligus peluang bagi lulusan SMK Indonesia.

“Ini adalah komitmen bersama untuk mendorong transformasi kapasitas, ekonomi, dan pendidikan melalui tenaga kerja unggul,” ujar Muhaimin.

Acara juga diwarnai testimoni dari Rinawati, perwakilan keluarga pekerja migran, yang mengaku bangga dengan program tersebut. Ia menilai SMK Go Global membuka jalan bagi generasi muda untuk bekerja di luar negeri secara aman dan prosedural.

Prosesi pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Muhaimin Iskandar bersama Anggia Ermarini dan Dzulfikar Ahmad Tawalla, disaksikan seluruh tamu undangan.

Melalui program ini, pemerintah berharap Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dikenal memiliki etos kerja yang baik, tetapi juga kompetensi dan profesionalitas berstandar global. **(Humas/NL)