JICA Kunjungi Migrant Center UNP, Sinergi Siapkan Talenta Sumbar ke Pasar Internasional
-
JICA Kunjungi Migrant Center UNP, Sinergi Siapkan Talenta Sumbar ke Pasar Internasional
Padang, KP2MI (22/4) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat bersama Universitas Negeri Padang (UNP) menerima kunjungan tim Japan International Cooperation Agency (JICA) Expert dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor UNP, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peninjauan pengembangan Migrant Center UNP, yang selama ini bekerja sama dengan BP3MI Sumatera Barat sebagai pusat edukasi dan persiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
JICA merupakan badan/lembaga pemerintah Jepang yang bergerak di bidang bantuan pembangunan internasional, kerja sama teknis, peningkatan kapasitas SDM, pendidikan, infrastruktur, serta berbagai program kolaborasi dengan negara mitra, termasuk Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan UNP, antara lain Rektor UNP, Krismadinata, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Deski Beri, Kepala UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan sekaligus Kepala Migrant Center UNP, Efni Cerya, beserta jajaran.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang berminat bekerja ke luar negeri secara aman, legal, dan profesional.
“Kami berharap kerja sama dengan JICA dapat mendorong peningkatan kompetensi dosen dan tenaga pendidik dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi persaingan kerja global. Selain itu, kami juga membuka peluang pelaksanaan sertifikasi keterampilan kerja Jepang di Sumatera Barat melalui UNP agar memiliki sertifikasi yang diakui di pasar kerja internasional,” ujar Krismadinata.
Selain peningkatan kompetensi, UNP berharap adanya akses informasi kebutuhan tenaga kerja atau job order dari negara tujuan. Informasi tersebut dinilai penting agar perguruan tinggi dapat menyesuaikan kurikulum, pelatihan, dan pembekalan mahasiswa sesuai kebutuhan industri global.
Sebagai bentuk kesiapan menyeluruh, UNP juga berkomitmen memberikan pemahaman mengenai regulasi ketenagakerjaan, budaya kerja, dan etos profesional negara tujuan. Kampus mendorong perubahan pola pikir generasi muda dari sekadar keinginan bekerja ke luar negeri menjadi kesiapan yang matang melalui semangat #PersiapkanDiriDulu.
Kepala BP3MI Sumbar Jupriyadi menambahkan, “Kami berharap adanya dukungan dari JICA dalam penyelenggaraan ujian sertifikasi keterampilan secara lokal melalui Universitas Negeri Padang, sehingga masyarakat Sumatera Barat memiliki akses yang lebih mudah, terjangkau, dan efisien untuk meningkatkan kompetensi sebelum bekerja ke luar negeri,”
Pihak JICA Expert menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung implementasi kerja sama Migrant Center yang telah berjalan, sekaligus melakukan survei penjajakan terhadap pengembangan program ke depan. Fokus pengembangan meliputi peningkatan kompetensi calon pekerja migran, edukasi literasi kerja luar negeri, serta kemungkinan penyelenggaraan ujian bahasa Jepang di daerah.
Sebagai informasi, sepanjang tahun 2025 Migrant Center UNP telah melaksanakan berbagai program pelatihan, antara lain Bahasa Jepang level N5, Bahasa Inggris, dan Hospitality yang telah diikuti oleh 60 orang peserta. Program tersebut menjadi bekal awal bagi peserta yang ingin meniti karier di luar negeri, khususnya sektor yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
BP3MI Sumatera Barat mencatat penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sepanjang tahun 2025 mencapai 559 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 502 orang atau sekitar 89,8 persen didominasi penempatan ke Jepang, sehingga negara tersebut masih menjadi tujuan utama peminatan penempatan pekerja migran Indonesia asal Sumatera Barat.
Kolaborasi dan kemitraan strategis menjadi visi bersama dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan calon pekerja migran Indonesia melalui penguatan Migrant Center. Ke depan, sinergi BP3MI Sumatera Barat, UNP, dan JICA diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja internasional bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya ke Jepang dan negara tujuan lainnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa bekerja ke luar negeri bukan sekadar peluang ekonomi, tetapi juga membutuhkan keterampilan, kesiapan mental, kemampuan bahasa, dan pemahaman aturan agar terlindungi secara menyeluruh. **(Humas/BP3MI Sumatera Barat)