Peluang Jadi Chef Profesional di Negeri Orang, Program G to G Culinary Art ke Jerman Layak Dipertimbangkan
-
Peluang Jadi Chef Profesional di Negeri Orang, Program G to G Culinary Art ke Jerman Layak Dipertimbangkan
Jakarta, KP2MI (25/7) - Penempatan pemerintah (G to G) menjadi sektor unggulan yang ditawarkan untuk Pekerja Migran Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri secara aman dan prosedural. Beberapa peluang tersedia dari berbagai negara, antara lain dari negara Korea Selatan dengan sektor manufaktur dan perikanan, Jepang dengan sektor Nurse dan Careworker, Jerman dengan sektor perawat dan Kanada dengan Nurse dan Asisten Nurse.
Kali ini Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) kembali menyediakan peluang baru bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kariernya di luar negeri. Peluang muncul dari bidang culinary art, pekerjaan yang identik dengan keahlian profesioanal seluruh proses persiapan, pengolahan hingga penyajian makanan. Fokus tidak hanya rasa dan Teknik memasak tetapi juha estetika visual, kebersihan, gizi hingga makanan.
Bekerja sama dengan Bundesagenture fuer Arbeit (BA) dan mitra resmi Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), perusahaan internasional milik pemerintah federal Jerman yang bergerak di bidang kerja sama pembangunan berkelanjutan, KP2MI/BP2MI telah membuka pendaftaran di batch pertama pada tanggal 8 Mei s.d 7 Juni 2026. Saat ini dalam proses persiapan pelatihan bahasa Jerman level A2, direncanakan semester I tahun 2027 telah dapat diberangkatan.
Perkembangan Profesi Culinary Art
Perkembangan culinary art beriringan dengan perkembangan bisnis perhotelan dan pariwisata. Ilmu mengolah makanan sudah ada dan berkembang semenjak manusia lahir di muka bumi. Namun sekitar tahun 1990-an, para ahli di bidang kuliner mulai mengembangkan bisnis di bidang pengolahan makanan dengan teknik dan penyajian yang lebih serius. Tempat wisata dan perhotelan membutuhkan koki untuk memasak makanan bagi tamu secara professional.
“Dalam dunia culinary art, tidak hanya belajar resep tapi juga dibekali cara mengolah makanan, karakteristik hidangan, hingga estetika makanan. Bidang ini erat kaitannya dengan industri Pariwisata dan Restoran, banyak Café, Restoran, dan Catering bertumbuh secara masif. Untuk itu sangat membutuhkan tenaga profesional di bidang culinary art,” ujar Direktur Penempatan Pemerintah KP2MI, Dyah Rejekiningrum, saat diwawancarai pada Rabu (15/7/2026).
Sayangnya peluang kali ini baru terbatas pada culinary art nonpastry. Jika program triple win ini berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke bidang lainnya.
“Ke depannya KP2MI/BP2MI akan bertemu dengan perwakilan Jerman di Jakarta, diharapkan melalui pertemuan ini KP2MI/BP2MI bisa melebarkan peluang di bidang lain,” kata Dyah.
Peluang di Negara Penempatan
Populasi di negara-negara Eropa saat ini sedang menurun, krisis regenerasi semakin sedikit pemuda tertarik pekerjaan pelayanan, di sisi lain terjadi lonjakan industri pariwisata dan restoran. Untuk itu banyak dibutuhkan pekerja di bidang hospitality.
Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan karena potensi jumlah penduduknya yang sedang mengalami bonus demografi.
Peluang pekerjaan kali ini terbuka untuk lulusan D3 Culinary Art, D3 Food Production Management, dan D3 Gastronomy. Selain itu, pelamar harus mempunyai pengalaman di bidang culinary art minimal 2 tahun terhitung setelah lulusan. Proses penempatan mulai dari pendaftaran sampai diberangkatkan rata-rata memakan waktu sekitar 12 bulan.
Profesi di bidang culinary art seperti cooks, chef de partie dan executive chef termasuk profesi yang tidak diatur dalam hukum di Jerman (Profesi Non Regulated) yang tidak memerlukan sertifikasi profesi resmi dari Pemerintah Jerman, sehingga peluangnya terbuka lebar bagi Warga Negara Asing (WNA). Jika berhasil lolos, Pekerja Migran Indonesia di Jerman yang bekerja di bidang ini akan mendapatkan gaji €2.800 atau sekitar Rp57- 58 juta per bulan.
Persyaratan yang Harus Dipenuhi
Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang merasa memenuhi persyaratan dan ingin mendaftar dapat mengecek persyaratan di website Sistem Informasi dan Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI). Lalu selanjutnya membawa dokumen yang dipersyaratkan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI), ataupun langsung ke Kantor KP2MI di Jakarta, kemudian mengikuti arahan selanjutnya dari petugas.
Berikut ini adalah beberapa tahapan yang harus dilalui CPMI:
• Verifikasi dokumen dan Curiculum Vitae serta Motivational Letter persyaratan dengan membawa dokumen asli ke BP3MI/P4MI/LTSA pilihan peserta.
• Melakukan pemeriksaan psikologi.
• Seleksi interview melalui online atau offline.
• Pelatihan bahasa (untuk kualifikasi bahasa tidak setinggi tenaga kesehatan, minimal A2).
• Matching dengan pemberi kerja
• Penandatanganan Perjanjian Kerja dan Perjanjian Penempatan
• Pemeriksaan Kesehatan (MCU)
• Pengajuan Visa Kerja
• Orientasi Pra Pemberangkatan
• Pencatatan Akhir Pemberangkatan (E-KP2MI)
Setelah dinyatakan lulus seleksi, Pekerja Migran Indonesia bidang culinary art akan langsung diberangkatkan ke Jerman dan tidak perlu memenuhi kuota tertentu untuk berangkat. Seluruh akomodasi serta biaya Medical Check Up akan dikembalikan oleh perusahaan setelah pekerja migran sampai di negara penempatan.
Pekerja Migran Indonesia yang telah sampai di Jerman mendapatkan kontrak kerja setidaknya tiga tahun. Meskipun begitu, mereka bisa mengembangkan kariernya di Jerman jika mereka mau.
“Kontrak kerja yang ditawarkan sampai tiga tahun, namun jika Pekerja Migran Indonesia ingin mengembangkan kariernya di sana, peluang karier untuk ke depan terbuka lebar,” kata Dyah.
Seluruh persyaratan dan tahapan secara lengkap juga dapat diakses di website KP2MI atau SiskoP2MI.
Saat ini ada 23 orang yang lolos seleksi interview dari 68 orang pendaftar G to G Culinary Art Batch pertama.
Persiapan untuk Batch Berikutnya
Ketika berita ini ditulis, pendaftaran culinary art batch pertama sudah ditutup pada 7 Juni 2026. Ke depannya, Program G to G Culinary Art ini akan dibuka kembali. Bagi CPMI yang berminat, dapat memantau kanal website dan media sosial KP2MI untuk mengetahui informasi lebih lanjut.
Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan oleh Calon Pekerja Migran Indonesia sebelum mendaftar G to G Culinary Art?
Menurut Dyah Rejekiningrum, selain kelengkapan dokumen persyaratan, hal terpenting yang harus dipersiapkan adalah belajar bahasa. Meskipun kemampuan bahasa pada profesi ini tidak ditargetkan dengan level yang tinggi, kefasihan bahasa dapat menjadi nilai tambah bagi CPMI ketika melakukan interview dengan pihak perusahaan.
“CPMI yang ingin mendaftar bisa mulai dari belajar bahasa terlebih dahulu, ini akan menjadi nilai tambah karena nanti yang akan interview langsung dari Jerman,” ungkapnya.
Dyah berharap CPMI yang ingin mengembangkan karier di Jerman memiliki keberanian untuk mencoba mendaftar. Ia juga mengingatkan bahwa pengetahuan yang di dapat di Jerman bisa menjadi bekal ketika pulang ke Indonesia. **(Humas)