Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad: SMK Go Global Jadi Gerbang Lulusan Vokasi Tembus Pasar Kerja Internasional

-

00.07 30 July 2026 211

Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, buka sosialisasi tentang Program SMK Go Global di Tarakan, Kamis (30/7/2026).

Tarakan, KP2MI (30/7) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peluang besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara. Untuk itu, pemerintah terus memperkuat penyebarluasan informasi mengenai peluang kerja luar negeri yang aman, legal, dan sesuai kompetensi melalui Program SMK Go Global Tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Wamen P2MI saat membuka kegiatan Penyebarluasan Informasi Peluang Kerja Luar Negeri melalui Program SMK Go Global Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Gentamu BPK RI Kalimantan Utara, Tarakan, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, Wali Kota Tarakan Khairul, Ketua DPRD Kota Tarakan Harjo Solaika, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Komaruddin, Kepala BP3MI Kalimantan Utara Kombes Pol Andi M Ichsan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara KH Syamsi Sarman, Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Utara, Mardiana AN, serta Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan bahwa bonus demografi harus dimanfaatkan dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, keterampilan, kemampuan bahasa asing, serta karakter kerja yang sesuai dengan standar industri global.

"Peluang kerja di luar negeri sangat besar. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila generasi muda kita memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional. Karena itu, Program SMK Go Global menjadi langkah strategis untuk menyiapkan lulusan SMK agar mampu bersaing secara profesional dan berangkat bekerja melalui jalur yang aman serta sesuai prosedur," ujar Dzulfikar.

Ia menegaskan bahwa Kementerian P2MI terus mendorong transformasi paradigma masyarakat bahwa bekerja di luar negeri bukan lagi pilihan terakhir, melainkan bagian dari pengembangan karier internasional yang memberikan pengalaman, peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan bagi pekerja dan keluarganya.

Menurutnya, saat ini berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, dan sejumlah negara Eropa terus membutuhkan tenaga kerja terampil pada berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kesehatan, hospitality, konstruksi, pertanian modern, hingga teknologi informasi. Kebutuhan tersebut menjadi peluang besar bagi lulusan SMK Indonesia yang dipersiapkan secara matang melalui pendidikan vokasi.

Wamen P2MI juga mengajak pemerintah daerah, sekolah, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan untuk membangun ekosistem penempatan pekerja migran yang berkualitas melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi, penguasaan bahasa asing, serta literasi mengenai prosedur penempatan yang legal.

Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program SMK Go Global di Kalimantan Utara. Menurutnya, program tersebut membuka wawasan generasi muda mengenai peluang kerja internasional sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara siap mendukung sinergi bersama Kementerian P2MI dalam mempersiapkan SDM yang unggul, kompeten, dan mampu bersaing di pasar kerja global. Kami berharap lulusan SMK di Kalimantan Utara dapat memanfaatkan peluang kerja internasional melalui jalur resmi sehingga memperoleh perlindungan dan kesejahteraan yang optimal," ujar Zainal.

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh informasi mengenai prospek kerja di luar negeri, kebutuhan tenaga kerja internasional, jalur penempatan resmi, peningkatan kompetensi, serta pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia sejak sebelum keberangkatan.

Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya Kementerian P2MI dalam memperluas akses informasi dan meningkatkan kesiapan lulusan pendidikan vokasi untuk memasuki pasar kerja internasional secara aman, profesional, dan bermartabat. Program ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak talenta muda Indonesia yang mampu menjadi pekerja migran berkualitas sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga, daerah, dan perekonomian nasional.*