Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Perkuat Sinergi Pelindungan Pekerja Migran bersama Pemerintah Kota Tarakan dan Warga Muhammadiyah
-
Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat silaturahmi ke Kota Tarakan, Rabu (29/7/2026).
Tarakan, KP2MI (30/7) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Ramah Tamah bersama Wali Kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Warga Muhammadiyah Kota Tarakan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia serta penguatan pelindungan pekerja migran Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tarakan, Khairul, Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud IS, Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, serta Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Kombes Pol Andi M Ichsan, bersama jajaran Forkopimda, OPD, dan warga Muhammadiyah Kota Tarakan.
Dalam sambutannya, Wamen P2MI menyampaikan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, para pekerja migran juga memberikan kontribusi melalui remitansi yang menggerakkan perekonomian masyarakat serta memperkuat cadangan devisa negara.
“Pekerja Migran Indonesia memiliki kontribusi yang sangat besar bagi bangsa. Oleh karena itu, negara harus memastikan bahwa setiap pekerja migran memperoleh pelindungan yang menyeluruh, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air,” ujar Wamen P2MI Dzulfikar.
Wamen P2MI Dzulfikar menjelaskan bahwa penguatan kompetensi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing pekerja migran Indonesia di pasar kerja internasional. Penguasaan keterampilan dan kemampuan berbahasa perlu dipersiapkan secara serius agar calon pekerja migran dapat bekerja secara profesional, adaptif, serta memiliki posisi tawar yang lebih baik.
“Bekerja di luar negeri harus dipersiapkan dengan kompetensi yang memadai. Keterampilan dan kemampuan berbahasa menjadi modal penting agar pekerja migran mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperoleh peluang kerja yang lebih berkualitas,” katanya.
Selain penguatan kompetensi, Dzulfikar Ahmad menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur penempatan yang aman dan legal. Masyarakat diharapkan tidak tergiur oleh tawaran kerja yang tidak jelas serta memastikan seluruh proses penempatan dilakukan melalui mekanisme resmi.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi dan kurangnya akses terhadap informasi dapat meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap praktik penempatan nonprosedural. Karena itu, pemerintah terus memperkuat edukasi, penyebarluasan informasi, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai peluang kerja di luar negeri. Bekerja ke luar negeri harus melalui prosedur resmi, dengan persiapan yang baik, kompetensi yang sesuai, serta jaminan pelindungan yang jelas,” tegas Dzulfikar.
Wamen P2MI juga menyampaikan bahwa kehadiran negara dalam pelindungan pekerja migran diwujudkan melalui berbagai upaya, termasuk penanganan permasalahan yang dialami warga negara Indonesia di luar negeri, fasilitasi pemulangan, serta pendampingan bagi pekerja migran dan keluarganya.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri agar setiap permasalahan yang dihadapi pekerja migran dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tarakan, unsur Forkopimda, OPD, serta seluruh warga Muhammadiyah yang terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan penguatan sumber daya manusia.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran yang aman, profesional, dan berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat untuk membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta informasi peluang kerja luar negeri yang aman dan berkualitas,” pungkas Dzulfikar Ahmad Wamen P2MI.*