Wamen P2MI dan Bupati Sidrap Perkuat Sinergi Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia
-
Wamen KP2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat bertemu Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di Sidenreng Rappang, Minggu (12/7/2026).
Sidenreng Rappang, KP2MI (13/7) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla melakukan pertemuan dengan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, di Rumah Dinas Bupati Sidrap, Minggu (12/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas kesempatan kerja yang aman dan berkualitas bagi masyarakat melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Andi Rahmat Saleh, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Heriwawan, serta Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri P2MI DzulfikarAhmad menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendukung agenda nasional peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
"Remitansi Pekerja Migran Indonesia tahun lalu mencapai sekitar Rp290 triliun. Nilai ini sangat besar dan menjadi salah satu penopang perekonomian nasional, sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga dan daerah asal pekerja migran," ujar Wakil Menteri Dzulfikar Ahmad.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan daerah-daerah pengirim pekerja migran memiliki ketahanan ekonomi yang relatif lebih baik karena tetap memperoleh aliran remitansi dari luar negeri.
DzulfikarAhmad juga menegaskan bahwa pemerintah tengah mendorong transformasi profil penempatan Pekerja Migran Indonesia. Saat ini sekitar 72 persen Pekerja Migran Indonesia masih bekerja pada sektor domestik, seperti pekerja rumah tangga, pengemudi, dan pekerjaan domestik lainnya. Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah Pekerja Migran Indonesia yang bekerja pada sektor formal dan pekerjaan terampil.
"Arahan Bapak Presiden adalah meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia agar semakin banyak yang bekerja pada sektor-sektor profesional dengan keterampilan yang lebih tinggi. Dengan begitu, mereka memperoleh perlindungan yang lebih baik, pendapatan yang lebih tinggi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya," katanya.
Menurut Wamen Dzulfikar Ahmad, salah satu tantangan utama dalam mewujudkan target tersebut adalah peningkatan kemampuan bahasa asing dan kompetensi calon pekerja migran. Persiapan bahasa Jepang, Korea, maupun Jerman membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga memperoleh sertifikasi yang dipersyaratkan oleh negara tujuan penempatan.
Karena itu, Kementerian P2MI terus memperkuat sistem pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah agar masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dzulfikar juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Sidrap yang dinilai mampu menghadirkan berbagai program pembangunan dan pengentasan kemiskinan di daerah. Menurutnya, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing internasional.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk mendukung program Kementerian P2MI, khususnya dalam menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja internasional.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat Sidrap yang memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri secara prosedural, aman, dan profesional, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional.*