Wamen Christina Siap Fasilitasi Rekrutmen Tenaga Kesehatan untuk New Brunswick: Dorong Perluasan Peluang Pekerja Migran di Kanada
-
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani bersama Dubes RI untuk Kanada Muhsin Syihab di Kantor KP2MI, Senin (29/6/2026).
Jakarta, KP2MI (29/6) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, siap memfasilitasi proses rekrutmen pekerja migran Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor kesehatan di Provinsi New Brunswick, Kanada.
Hal itu ia sampaikan usai menerima Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, di Kantor Kementerian P2MI, Senin (29/6/2026).
"Terdapat kebutuhan tenaga kesehatan di New Brunswick. Proses rekrutmen direncanakan dimulai pada November 2026, dengan target penempatan pada triwulan II tahun 2027. Kami siap membantu memfasilitasi proses tersebut," ujar Christina.
Menurut Christina, peluang kerja sama sektor kesehatan dengan Provinsi New Brunswick ini memiliki nilai strategis karena bisa menjadi model pengembangan kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia dengan provinsi-provinsi lain di Kanada.
"Bapak Dubes menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan New Brunswick dapat menjadi prototipe atau benchmark yang nantinya bisa direplikasi dan ditawarkan kepada provinsi-provinsi lain di Kanada. Kami tentu mendukung upaya tersebut," katanya.
Christina mengungkapkan, pasar tenaga kesehatan di Kanada selama ini masih didominasi tenaga kerja asal Filipina yang telah memiliki jaringan penempatan yang kuat.
“Karena itu, Indonesia perlu memanfaatkan peluang yang ada dengan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan memenuhi standar yang disyaratkan,” jelasnya.
Selain sektor kesehatan, Wamen Christina juga mendorong KBRI Ottawa membantu mengidentifikasi peluang penempatan di sektor-sektor lain yang memiliki kebutuhan pekerja migran di Kanada.
Salah satunya sektor konstruksi, termasuk tukang las (welder) yang memiliki prospek cukup besar di Kanada.
“Kita perlu membuka pilot project agar Indonesia dapat semakin dikenal dan mampu menembus pasar kerja Kanada," ujarnya.
"Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh perwakilan RI di luar negeri untuk membuka pasar-pasar kerja baru yang berkualitas. Harapannya, semakin banyak pekerja migran Indonesia dapat mengakses pekerjaan yang aman, legal, dan memberikan nilai tambah bagi peningkatan kompetensi maupun kesejahteraan mereka," pungkas Christina Aryani. **(Humas)