Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen Christina Bidik Slowakia Jadi Pasar Baru Penempatan Pekerja Migran Indonesia Sektor Hospitality dan Caregiver

-

00.08 6 August 2026 316

Wamen P2MI Christina Aryani bertemu Duta Besar Republik Slowakia untuk Indonesia, Tomáš Ferko, di Kantor Kementerian P2MI, Rabu (5/8/2026).

Jakarta, KP2MI (6/8) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, menjajaki peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Republik Slowakia, utamanya di sektor manufaktur, hospitality, dan layanan caregiver

Penjajakan tersebut menjadi pembahasan saat pertemuannya dengan Duta Besar Republik Slowakia untuk Indonesia, Tomáš Ferko, di Kantor Kementerian P2MI, Rabu (5/8/2026).

Christina mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat kerja sama ketenagakerjaan, di luar hubungan bilateral Indonesia dan Slowakia yang telah terjalin selama ini. 

Menurutnya, penempatan pekerja migran Indonesia ke Slowakia menunjukkan tren positif meski jumlahnya masih di bawah seribu orang setiap tahun. 

“Kementerian P2MI melihat Slowakia sebagai pasar yang perlu dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di negara tersebut,” ungkapnya. 

Saat ini kebutuhan tenaga kerja di Slowakia didominasi sektor manufaktur, karena sejumlah perusahaan otomotif global seperti Volkswagen, Kia, hingga Volvo memiliki fasilitas produksi di sana dan memerlukan tenaga kerja terampil untuk mendukung produksi mereka. 

"Indonesia memiliki Program SMK Go Global yang memang dirancang menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bekerja sesuai kebutuhan industri di berbagai negara tujuan. Kami melihat program ini sangat relevan menjawab kebutuhan tenaga kerja di Slovakia," jelas Christina. 

Wamen Christina melanjutkan, dalam pertemuan itu, Dubes Tomáš Ferko juga menyampaikan apresiasinya terhadap etis kerja pekerja migran Indonesia di Slowakia yang dikenal loyal terhadap perusahaan dengan menyelesaikan kontrak kerja sesuai ketentuan.

"Reputasi baik seperti ini menjadi modal penting membuka peluang penempatan lebih luas," ungkapnya. 

Selain manufaktur, Christina menyebutkan Slowakia juga memiliki kebutuhan tenaga kerja sektor hospitality jangka panjang (non seasonal), sehingga berpotensi menjadi peluang penempatan yang berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia. 

“Saya juga menyampaikan Indonesia siap menyiapkan tenaga caregiver yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan nursing home. Saya juga berbagi pengalaman kerja sama yang telah berjalan dengan Jerman sebagai contoh praktik baik yang dapat dikembangkan bersama Slovakia," ujarnya. 

Dalam pertemuan itu, tambah Christina, Dubes Tomáš Ferko menyatakan akan mengidentifikasi kementerian dan pemangku kepentingan di Slowakia sebagai langkah awal membuka pembahasan lebih lanjut.

“Potensi kerja sama ini sangat menjanjikan. Harapan saya komunikasi kami dan Pemerintah Slovakia terus diperkuat sehingga peluang penempatan pekerja migran Indonesia semakin luas, sekaligus memastikan penempatan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan pasar kerja," imbuhnya. **(Humas)