Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

Tiba di Kendari, Wamen P2MI Langsung Koordinasi Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Sulawesi Tenggara

-

00.07 19 July 2026 217

Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat tiba di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (18/7/2026).

Kendari, KP2MI (19/7) - Setibanya di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, langsung menggelar koordinasi bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara, dan BP3MI Sulawesi Tenggara guna memperkuat sinergi pelindungan pekerja migran Indonesia di wilayah tersebut, Sabtu (18/7/2026).

Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan komitmen antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperluas akses penempatan Pekerja Migran Indonesia secara legal, aman, dan kompeten, sekaligus memperkuat sistem pelindungan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara yang ingin bekerja di luar negeri.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menilai Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penghasil Pekerja Migran Indonesia yang unggul. Bonus demografi, semangat masyarakat, serta terbukanya peluang kerja di berbagai sektor internasional menjadi modal penting yang perlu didukung melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Potensi yang dimiliki Sulawesi Tenggara harus menjadi kekuatan bersama. Tugas kita adalah memastikan masyarakat dapat mengakses peluang kerja luar negeri melalui jalur yang legal, kompeten, aman, dan terlindungi,” ujar Dzulfikar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara menyampaikan bahwa kondisi geografis provinsi yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjangkau pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, hal tersebut tidak mengurangi komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas edukasi kepada calon pekerja migran, dan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian P2MI serta Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Pertemuan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dinas Tenaga Kerja, dan BP3MI dalam membangun ekosistem pelindungan pekerja migran yang semakin kuat. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat Sulawesi Tenggara yang dapat bekerja di luar negeri secara prosedural, terlindungi hak-haknya, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.*