Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

Wamen KP2MI Siapkan Generasi Muda Berkompetensi dan Berdaya Saing Internasional melalui SMK Go Global

-

00.08 1 August 2026 268

Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, saat hadiri Milad ke-61 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jumat (31/7/2026).

Purwokerto, KP2MI (1/8) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program SMK Go Global. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempersiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar memiliki kompetensi, kemampuan bahasa, serta kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja global.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Laporan Tahunan Rektor dan Milad ke-61 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Tahun 2026 yang berlangsung pada Jumat (31/7/2026) di Purwokerto.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A, serta Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta meningkatnya mobilitas tenaga kerja global menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi muda Indonesia.

“Dunia bergerak semakin cepat. Perubahan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, dan kebutuhan tenaga kerja global menuntut generasi muda untuk memiliki kompetensi yang adaptif, kemampuan bahasa, serta kesiapan untuk bekerja secara profesional di tingkat internasional,” ujar Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar.

Berdasarkan data kebutuhan tenaga kerja luar negeri, masih terdapat peluang kerja internasional yang besar dan belum seluruhnya dapat dipenuhi oleh tenaga kerja Indonesia. Tercatat sekitar 320 ribu peluang kerja luar negeri yang belum dapat dipenuhi. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan penguasaan bahasa asing dan kesiapan kompetensi calon pekerja.

Melalui program SMK Go Global, KP2MI mendorong penguatan pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Program ini diarahkan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan teknis, kemampuan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, kesiapan mental, serta literasi keuangan sebelum memasuki dunia kerja global.

Berbagai sektor yang memiliki peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia antara lain sektor kesehatan, manufaktur, perikanan, hospitality, konstruksi, serta sektor pelayaran dan awak kapal. Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap pekerjaan profesional dan sektor-sektor produktif tersebut terus meningkat.

KP2MI menekankan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia harus diarahkan pada peningkatan kualitas dan kompetensi. Pekerja migran tidak hanya dipandang sebagai tenaga kerja yang mengisi kebutuhan pasar, tetapi juga sebagai sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Selain peningkatan kompetensi, program SMK Go Global juga menaruh perhatian pada pembentukan budaya kerja yang profesional, disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kualitas. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi bagian penting agar manfaat ekonomi dari bekerja di luar negeri dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pekerja migran dan keluarganya.

Melalui kolaborasi dengan sekolah vokasi, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan, KP2MI berkomitmen membangun ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing.

Program SMK Go Global diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi lulusan SMK untuk memperoleh peluang kerja internasional secara aman, prosedural, dan bermartabat. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia agar mampu meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman global, serta memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan keluarga dan pembangunan bangsa.*