Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

Perkuat Vokasi Daerah, BP3MI Sultra dan UMK bersinergi sukseskan program SMK Go Global

-

00.07 28 July 2026 513

BP3MI Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan audiensi dan koordinasi ke Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) pada Senin (27/7/2026). 

Kendari, KP2MI (28/7) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara memperkuat sinergi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) melalui audiensi dan koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Senat UMK, Senin (27/7). Pertemuan tersebut membahas penyiapan sumber daya manusia dan pemetaan potensi pelatihan guna mendukung implementasi Program SMK Go Global.

Audiensi dipimpin langsung oleh Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, didampingi jajaran Pengantar Kerja. Rombongan disambut oleh Direktur Kerja Sama dan Internasional UMK, Titin Rahmiatin Rahim, bersama jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, dan akademisi UMK.

Pertemuan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, mulai dari penyiapan SDM, mekanisme kerja sama teknis, kualifikasi instruktur, hingga penguatan tata kelola pelatihan caregiver (perawat lansia dan pasien) yang menjadi salah satu fokus Program SMK Go Global.

Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas calon pekerja migran Indonesia sejak tahap persiapan.

"Program SMK Go Global merupakan program prioritas nasional yang diproyeksikan berlanjut hingga tahun 2029. Melalui kemitraan bersama UMK, kami ingin memastikan calon tenaga kerja asal Sulawesi Tenggara memiliki kompetensi teknis berbasis praktik yang kuat dan tersertifikasi. Tujuan kami adalah mencetak pekerja migran yang terampil, bermartabat, dan mampu bersaing di pasar kerja global," ujar La Ode Askar.

Dalam pembahasannya, kedua belah pihak sepakat bahwa pelatihan caregiver akan mengedepankan metode praktik lapangan. Peserta akan memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan perawatan lansia maupun pasien di panti jompo dan fasilitas kesehatan mitra sehingga kompetensi teknis serta kesiapan kerja mereka semakin optimal.

Direktur Kerja Sama dan Internasional UMK, Titin Rahmiatin Rahim, menyampaikan komitmen institusinya untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

"Kami menyambut baik sinergi bersama BP3MI Sulawesi Tenggara. Keterlibatan UMK dalam Program SMK Go Global sejalan dengan komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas peluang kerja bagi lulusan. Kami siap mengoptimalkan kapasitas akademisi dan fasilitas yang dimiliki agar seluruh proses pelatihan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan," katanya.

Selain aspek pelatihan, pertemuan juga membahas penguatan tata kelola program. Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi direncanakan menggunakan skema Swakelola Tipe II atau Tipe III serta mekanisme e-Katalog. Pendanaannya akan didukung melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2026 dan anggaran reguler mulai Tahun 2027.

Untuk menjamin mutu pelaksanaan, seluruh instruktur diwajibkan memiliki Sertifikat Metodologi Pelatihan dan Sertifikat Keahlian Teknis. Praktisi lokal yang memenuhi persyaratan akan dilibatkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi. Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan larangan praktik subkontrak maupun pengalihan pelaksanaan program kepada Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di luar wilayah Sulawesi Tenggara.

Sebagai tindak lanjut, BP3MI Sulawesi Tenggara bersama UMK berkomitmen menyelesaikan penginputan data kelembagaan, sarana prasarana, dan instruktur pada Dashboard Vokasi hingga Layer 3 agar dapat diverifikasi Pemerintah Pusat. Tim gabungan juga tengah menyiapkan penerbitan SK instruktur lokal, penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan, serta pendataan minat calon peserta.

Melalui kolaborasi ini, Program SMK Go Global di Sulawesi Tenggara menargetkan sebanyak 400 peserta dengan pelaksanaan pelatihan yang dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus 2026. Sinergi antara BP3MI Sulawesi Tenggara dan Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, tersertifikasi, serta siap memasuki pasar kerja internasional secara aman, profesional, dan berdaya saing.**(Humas/BP3MI Sulawesi Tenggara)