Perdana, BP3MI Riau Gelar Seleksi Perdana Program G to G Jerman Sektor Kuliner Profesional
-
BP3MI Riau menyelenggarakan seleksi wawancara secara daring bagi CPMI Program G to G Jerman pada sektor tenaga kuliner profesional, di Kantor BP3MI Ri
Pekanbaru, KP2MI (2/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau untuk pertama kalinya menyelenggarakan seleksi wawancara secara daring bagi calon Pekerja Migran Indonesia Program Government to Government (G to G) Jerman pada sektor tenaga kuliner profesional Batch I Tahun 2026 di Kantor BP3MI Riau, Pekanbaru, Selasa (30/6/2026).
Kepala BP3MI Riau, Harold Hamonangan, menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi ini menjadi tonggak penting dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses peluang kerja profesional di luar negeri melalui jalur resmi.
“Penyelenggaraan seleksi ini menjadi tonggak awal dalam memperluas kesempatan penempatan tenaga kerja profesional Indonesia ke Jerman melalui skema Government to Government. Kepercayaan yang diberikan kepada BP3MI Riau merupakan bentuk pengakuan atas kesiapan daerah dalam mendukung proses penempatan Pekerja Migran Indonesia yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kompetensi,” ujar Harold.
Ia menambahkan bahwa meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara harus direspons dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, peluang bekerja di luar negeri kini semakin terbuka bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi, sertifikasi, serta kemampuan bahasa asing yang memadai.
“Saat ini, pasar kerja internasional semakin membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus. Karena itu, kami mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, serta penguasaan bahasa asing agar memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat global,” lanjutnya.
Harold menegaskan bahwa BP3MI Riau akan terus mendukung pelaksanaan program penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman, legal, dan profesional melalui berbagai skema kerja sama internasional.
“Besar harapan kami, pelaksanaan seleksi ini menjadi pembuka jalan bagi semakin banyak putra-putri Indonesia untuk memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri melalui jalur Government to Government. Dengan sistem yang terbuka, legal, dan profesional, para Pekerja Migran Indonesia diharapkan tidak hanya memperoleh pekerjaan yang layak, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia serta memberikan kontribusi positif bagi citra bangsa di dunia internasional,” tutup Harold.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas layanan penempatan Pekerja Migran Indonesia profesional melalui kerja sama antarpemerintah. Seleksi perdana tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan skema penempatan tenaga kerja Indonesia yang legal, transparan, dan berbasis kompetensi. Pada pelaksanaannya, sebanyak dua peserta mengikuti proses wawancara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, presensi biometrik, serta pengarahan teknis sebelum memasuki sesi wawancara yang dilaksanakan melalui platform Microsoft Teams.
Proses seleksi dilakukan oleh perwakilan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) selaku mitra Pemerintah Jerman, dengan melibatkan pewawancara dan penerjemah guna memastikan proses komunikasi berjalan optimal.
Selama pelaksanaan, seluruh tahapan seleksi berlangsung lancar tanpa kendala teknis. Setelah menyelesaikan wawancara, peserta diminta memantau informasi hasil seleksi melalui surat elektronik masing-masing, serta melalui laman resmi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Sistem Informasi dan Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).
Melalui penyelenggaraan seleksi perdana Program G to G Jerman sektor tenaga kuliner profesional ini, BP3MI Riau menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan penempatan Pekerja Migran Indonesia yang adaptif, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan pasar kerja global melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. **(Humas/BP3MI Riau)