BP3MI Kalimantan Utara Perkenalkan Program SMK Go Global, Buka Peluang Kerja Luar Negeri bagi Generasi Muda
-
BP3MI Kalimantan Utara dengan Pemuda Muhammadiyah Wilayah Kalimantan Utara menyelenggarakan kegiatan Penyebarluasan Informasi Peluang Kerja Luar Neger
Nunukan, KP2MI (3/8) - Balai Pelyanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah Wilayah Kalimantan Utara menyelenggarakan kegiatan Penyebarluasan Informasi Peluang Kerja Luar Negeri melalui Program SMK Go Global Tahun 2026 di Gedung Auditorium Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara pada Jumat (30/7/2026).
Kegiatan yang merupakan rangkaian Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I dan Pendidikan dan Latihan Dasar bagi anggota baru Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Diklatsar KOKAM) Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri atas pelajar dan kader pemuda muhammadiyah Kota Tarakan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, Wali Kota Tarakan dr.H. Khairul, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Hasiando G. Manik, serta para pemangku kepentingan terkait.
Selanjutnya, BP3MI Kalimantan Utara menyampaikan materi mengenai program SMK Go Global serta pentingnya memilih jalur prosedural bagi Calon Pekerja Migran Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia. Materi berikutnya disampaikan oleh Bank Indonesia yang memberikan edukasi mengenai literasi dan pengelolaan keuangan sebagai bekal bagi generasi muda dalam merencanakan masa depan dan mengelola pendapatan secara bijak
Dalam paparan Usman Affan selaku Katim Promosi dan Kerja sama terus memperluas akses kerja luar negeri bagi generasi muda melalui program SMK Go Global. Program ini tidak hanya membuka peluang bekerja secara legal di berbagai negara, tetapi juga menyiapkan pelatihan kompetensi dan kemampuan bahasa asing sesuai kebutuhan negara tujuan.
“Kita membuat program peningkatan kapasitas bagi anak-anak kita, khususnya alumni SMK sesuai jurusan dan jabatan yang tersedia di luar negeri. Mereka akan mendapatkan pelatihan teknis maupun bahasa asing sesuai dengan job dan negara tujuan penempatan,” ujar Usman.
setiap jurusan memiliki peluang kerja yang berbeda-beda. Sebagai contoh, lulusan bidang perhotelan atau housekeeping memiliki peluang besar bekerja di Turki, Sementara lulusan SMK bidang perikanan, seperti dari SMKN 3 Tarakan, diproyeksikan dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang.
Kemampuan bahasa menjadi salah satu syarat utama bagi calon pekerja migran. Karena itu, BP3MI akan memfasilitasi pelatihan bahasa sesuai negara tujuan, seperti bahasa Jepang maupun bahasa Korea, disertai sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
“Kalau tujuannya Korea tentu kita siapkan bahasa Korea. Semua tetap berbasis kompetensi dan sertifikasi agar mereka benar-benar siap bersaing di pasar kerja internasional,” tambah Usman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta semakin memahami peluang kerja di luar negeri yang aman dan prosedural, memiliki kesiapan kompetensi untuk bersaing di pasar kerja global, serta mampu mengelola keuangan secara bijak sebagai bekal menuju kemandirian ekonomi. **(Humas / BP3MI Kalimantan Utara)