KP2MI Gandeng IOM dan Saver Global Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia Lewat Smart Budgeting
-
KP2MI Gandeng IOM dan Saver Global Tingkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia Lewat Smart Budgeting, Sabtu, (27/06/2026).
Lombok Timur, KP2MI (27/6/2026) – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan, Direktorat Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi, bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Nusa Tenggara Barat (BP3MI NTB), menggandeng International Organization for Migration (IOM) dan Saver Global untuk memperkuat literasi keuangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan Penganggaran Cerdas (Smart Budgeting) berbasis aplikasi Saver Learning yang digelar di Balai Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (27/6/2026).
Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi, Ramadhan yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarga mereka.
Menurutnya, pendapatan yang diperoleh dari bekerja di luar negeri harus dikelola secara bijak agar tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan dan merencanakan masa depan keluarga.
“Peningkatan kapasitas ini diharapkan mendorong pekerja migran dan keluarganya lebih bijaksana dalam mengelola pendapatan. Remitansi tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat menjadi modal dalam membangun masa depan keluarga,” ujar Ramadhan.
Kepala BP3MI NTB, Kadir, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Lebih lanjut Kadir berharap aplikasi penganggaran keuangan yang diperkenalkan dapat membantu Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya mengelola pendapatan secara lebih efektif dan produktif.
Peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari tujuan bekerja di luar negeri untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, pengelolaan remitansi secara produktif, penyusunan anggaran, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, pembentukan tabungan serta dana darurat, hingga pemilihan investasi yang aman dan cara menghindari investasi ilegal maupun penipuan keuangan.
Dalam sesi pelatihan, Michelle Nadia Saputra dari Saver Global memandu peserta menggunakan aplikasi Saver Learning untuk menyusun anggaran keuangan sederhana sesuai kondisi masing-masing. Melalui metode pembelajaran interaktif, peserta diajak memahami cara menentukan prioritas kebutuhan, mengendalikan pengeluaran, dan merencanakan keuangan keluarga secara lebih sistematis.
Sebanyak 50 peserta, yang terdiri atas purna Pekerja Migran Indonesia dan anggota keluarganya, mengikuti kegiatan ini. Pelatihan dibagi ke dalam dua sesi dengan masing-masing 25 peserta, serta dilengkapi sesi diskusi dan tanya jawab.
Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan berjalan efektif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, nilai rata-rata peserta meningkat dari 70,38 persen menjadi 79,60 persen, atau naik 13,10 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya pemahaman yang lebih baik terhadap materi literasi keuangan yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, KP2MI berharap semakin banyak Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya yang mampu mengelola remitansi secara produktif, sehingga hasil kerja di luar negeri dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga, **(Humas/BP3MI NTB).