Saturday, 17 October 2026
logo

Berita

Berita Utama

Gelorakan Penempatan Pekerja Migran Prosedural, KP2MI Sosialisasikan Migran Aman ke Siswa SMK PASIM Sukabumi

-

00.07 29 July 2026 330

Beberapa orang siswa mendatangi booth Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dalam acara PASIM Go International Job Fair, Selasa (28/7/2026)

Sukabumi, KP2MI (29/7) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hadir dalam gelaran PASIM Go International Job Fair, Selasa (28/7). 
‎
‎Bertempat di GOR PASIM, Sukabumi, acara ini dihadiri oleh para pencari kerja dari dalam maupun luar daerah. Peserta adalah lulusan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan juga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

‎Selain itu, pada hari kedua terdapat sesi edukasi migran aman yang ditujukan juga kepada siswa SMK yang masih duduk di kelas dua yang berniat untuk bekerja ke luar negeri.
‎
‎Seorang pencari kerja, Junaedi mengaku sangat tertarik dengan peluang kerja ke luar negeri. Ia datang dari Bekasi untuk mengikuti job fair ini karena tertarik ingin bekerja ke Amerika Serikat. Alasannya karena bahasa yang mudah dipelajari.
‎
‎Pengantar Kerja Ahli Madya Direktorat Penempatan Nonpemerintah pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum, Endah Dwi Listyoningrum, dalam kesempatan ini menyampaikan tata cara kerja ke luar negeri secara aman. Ia mengatakan bahwa peluang kerja ke luar negeri sangat terbuka, sehingga Endah mendorong para siswa untuk berangkat secara prosedural.

‎“Kami memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia dan melaksanakan penempatan sesuai dengan undang-undang. Maka dari itu, kami ajak pencari kerja ke luar negeri untuk berangkat sesuai dengan prosedur agar aman dan mendapat perlindungan dari pemerintah,” ungkapnya.
‎
‎Sementara itu, di tengah maraknya penipuan lowongan kerja ke luar negeri, Koordinator Pos Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Sukabumi, Ninda Susanna mengingatkan para pencari kerja untuk mewaspadai potensi peluang kerja yang tidak aman.
‎
‎Ninda mengungkap 90 persen dari 39 kasus Pekerja Migran Indonesia asal Sukabumi selama enam tahun terakhir berangkat secara non-prosedural. Ninda menyayangkan karena penempatan ini menyebabkan banyaknya kasus dari warga Sukabumi.
‎
‎“Lowongan kerja ke luar negeri yang menawarkan proses yang mudah dan cepat seperti ke Kamboja, Myanmar, Thailand, ataupun Malaysia tidak boleh dipercaya. Hal ini beresiko kepada penempatan ilegal dan berbahaya bagi pekerja. Banyak dari mereka yang menjadi scammer dan sulit untuk pulang,” terangnya.
‎
‎Sukabumi menjadi salah satu kantong terbesar Pekerja Migran Indonesia di Jawa Barat. Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat dengan Tim Reaksi Cepat terus melakukan upaya untuk mencegah penempatan non-prosedural di bandara, maupun melacak lembaga yang melakukan praktik penempatan ilegal. **(Humas)