Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulsel Gencarkan Sosialisasi Program SMK Go Global untuk Perluas Peluang Kerja Luar Negeri

-

00.08 7 August 2026 319

BP3MI Sulsel Gencarkan Sosialisasi Program SMK Go Global untuk Perluas Peluang Kerja Luar Negeri

Makassar, KP2MI (7/8) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan terus mengintensifkan sosialisasi Program SMK Go Global sebagai upaya memperluas akses lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap peluang kerja di luar negeri secara aman, legal, dan prosedural. Program yang diinisiasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing di pasar kerja internasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala BP3MI Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan, saat menjadi narasumber dalam Podcast Harian Fajar Makassar, Rabu (5/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Fanny menjelaskan bahwa Program SMK Go Global dirancang untuk membekali lulusan SMK dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri global sehingga memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi.

"Program ini dirancang untuk mempersiapkan lulusan SMK agar memiliki keterampilan sesuai standar dunia kerja internasional, sehingga mampu bersaing dan memperoleh kesempatan bekerja secara resmi di luar negeri," ujarnya.

Menurut Fanny, peserta yang mengikuti program akan melalui proses seleksi sebelum mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diwajibkan mengikuti uji sertifikasi sesuai standar industri sebagai bekal untuk memasuki pasar kerja internasional.

Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pelatihan dan sertifikasi ditanggung pemerintah. Bahkan, peserta yang mengikuti pelatihan di luar daerah juga memperoleh fasilitas akomodasi selama kegiatan berlangsung.

"Layanan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten tanpa membebani peserta dengan biaya pelatihan maupun sertifikasi," jelasnya.

Fanny menambahkan, lulusan Program SMK Go Global tidak hanya dibekali kompetensi, tetapi juga difasilitasi untuk memperoleh akses penempatan kerja melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah memiliki job order atau permintaan tenaga kerja dari perusahaan di luar negeri.

"Setiap P3MI memiliki kebutuhan tenaga kerja sesuai permintaan negara tujuan. Lulusan yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi akan diprioritaskan untuk mengisi kebutuhan tersebut," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komitmen peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal.

"Kuota yang telah diberikan merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan komitmen yang kuat, program ini dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat global," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Humas BP3MI Sulawesi Selatan, Indra Aprilianto, menjelaskan bahwa keberhasilan Program SMK Go Global diukur dari jumlah lulusan yang berhasil ditempatkan bekerja di luar negeri melalui jalur prosedural.

Menurutnya, BP3MI telah membangun sistem yang terintegrasi dengan kebutuhan tenaga kerja dari berbagai P3MI sehingga proses penempatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Selain meningkatkan kompetensi teknis, BP3MI Sulawesi Selatan juga terus mengedukasi calon pekerja migran Indonesia mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi agar memperoleh pelindungan hukum, kepastian hak, serta jaminan keselamatan sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.

BP3MI Sulawesi Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar Program SMK Go Global dapat menjangkau lebih banyak lulusan SMK. Penguatan kompetensi bahasa asing sejak bangku pendidikan juga dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di pasar kerja global.

Melalui program tersebut, BP3MI Sulawesi Selatan berkomitmen mendukung lahirnya Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, profesional, dan terlindungi, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan SMK di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua.**(Humas BP3MI Sulawesi Selatan)