BP3MI Sulawesi Tenggara Perkuat Sinergi dengan Lembaga Vokasi Dukung Kesiapan Program SMK Go Global
-
BP3MI Sulawesi Tenggara melakukan koordinasi bersama Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari, pada Senin (27/7/2026).
Kendari, KP2MI (28/7) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara memperkuat kolaborasi lintas instansi melalui koordinasi dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Tenggara. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bapelkes Sultra, Hj. Kartina, di Kantor Bapelkes, Kendari, pada Senin (27/7/2026).
Koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan kesiapan pelaksanaan pelatihan kerja berbasis vokasi sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) guna mendukung implementasi program SMK Go Global di Sulawesi Tenggara.
Dalam pertemuan tersebut, Bapelkes Sultra dinilai memenuhi kriteria sebagai lembaga pelatihan vokasi yang siap mendukung peningkatan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Selain telah terakreditasi A, Bapelkes memiliki fasilitas pendukung berupa 72 kamar asrama dengan kapasitas dua orang per kamar, serta tiga ruang pelatihan yang masing-masing mampu menampung hingga 60 peserta. Sertifikat kompetensi teknis yang diterbitkan juga berasal dari Kementerian Kesehatan sehingga memiliki pengakuan resmi dan sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja internasional.
Plt. Kepala Bapelkes Sultra, Hj. Kartina, menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
"Kami siap memberikan dukungan penuh, baik dari segi sarana, prasarana, hingga mutu pelatihan. Saat ini kami juga tengah aktif melakukan proses pengisian e-Vokasi agar seluruh fasilitas terintegrasi secara sistemik," ujar Kartina.
Dukungan terhadap program ini juga diperkuat dengan kesiapan tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah memiliki Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) aktif. Ketiga P3MI tersebut telah berkoordinasi dengan BP3MI Sulawesi Tenggara terkait rencana penempatan CPMI pada sektor kesehatan dan caregiver ke Taiwan.
Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur, fasilitas pelatihan, dan legalitas yang dimiliki harus dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak pekerja migran yang kompeten dan berdaya saing.
"Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk memastikan calon pekerja migran Indonesia memperoleh kesempatan bekerja melalui jalur yang prosedural dan terlindungi. Pelatihan teknis kesehatan dan caregiver yang dibundel dengan pelatihan serta sertifikasi Bahasa Inggris bagi 120 peserta diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di pasar kerja global," tegasnya.
Melalui sinergi ini, BP3MI Sulawesi Tenggara berharap program tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor kesehatan di Taiwan, tetapi juga meningkatkan kompetensi, kepercayaan diri, serta perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia asal Sulawesi Tenggara sejak sebelum keberangkatan.**(Humas/BP3MI Sulawesi Tenggara)