BP3MI Sulawesi Tenggara Gelar Orientasi Pra Pemberangkatan bagi 12 Calon Pekerja Migran Indonesia
-
BP3MI Sulawesi Tenggara Gelar Orientasi Pra Pemberangkatan bagi 12 Calon Pekerja Migran Indonesia, Selasa, (14/7/2026).
Kendari, KP2MI (17/7) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Tenggara (BP3MI Sultra) menyelenggarakan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) bagi 12 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Aula Kantor BP3MI Sulawesi Tenggara, Selasa (14/7).Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan akhir yang wajib diikuti oleh setiap Calon Pekerja Migran Indonesia sebelum diberangkatkan ke negara penempatan.
Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, menegaskan bahwa pembekalan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap Calon Pekerja Migran Indonesia berangkat dengan kesiapan yang memadai, baik dari sisi pengetahuan maupun pemahaman terhadap aturan yang berlaku di negara tujuan.
"Orientasi Pra Pemberangkatan menjadi bekal yang sangat penting bagi setiap Calon Pekerja Migran Indonesia. Kami ingin memastikan seluruh peserta memahami hak dan kewajibannya, mengetahui prosedur bekerja yang benar, serta mampu menjaga diri selama berada di negara penempatan. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan Calon Pekerja Migran Indonesia dapat bekerja secara profesional dan memperoleh pelindungan secara optimal," ujar Askar.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Arwana Citra Lestari, Asra Suasa, mengatakan bahwa Orientasi Pra Pemberangkatan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan CPMI sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri. Menurutnya, kesiapan tidak hanya diukur dari keterampilan kerja, tetapi juga dari pemahaman terhadap budaya kerja, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi.
"Melalui Orientasi Pra Pemberangkatan ini, kami berharap Calon Pekerja Migran Indonesia memiliki kesiapan yang lebih matang sebelum berangkat. Mereka harus memahami isi perjanjian kerja, menaati peraturan yang berlaku di negara tujuan, menjaga komunikasi dengan perusahaan maupun perwakilan pemerintah Indonesia, serta senantiasa menjaga nama baik bangsa melalui sikap disiplin dan profesional dalam bekerja," kata Asra Suasa.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri agar selalu memilih jalur penempatan yang resmi dan mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.
"Bekerja ke luar negeri harus melalui prosedur yang benar. Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas. Dengan berangkat secara prosedural, pekerja migran akan memperoleh pelindungan sejak proses persiapan, selama bekerja di negara penempatan, hingga kembali ke Indonesia," tambahnya.
Melalui pelaksanaan Orientasi Pra Pemberangkatan ini, BP3MI Sulawesi Tenggara bersama perusahaan penempatan berharap seluruh Calon Pekerja Migran Indonesia dapat berangkat dengan bekal pengetahuan yang memadai, memahami hak dan kewajibannya, serta mampu bekerja secara profesional sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga sekaligus mengharumkan nama Indonesia di negara penempatan.**(Humas/BP3MI Sulawesi Tenggara).