Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulawesi Tenggara dan UHO Perkuat Sinergi Dukung Kesiapan Program SMK Go Global

-

00.07 27 July 2026 367

BP3MI Sulawesi Tenggara dan UHO Perkuat Sinergi Dukung Kesiapan Program SMK Go Global

Kendari, KP2MI (27/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara memperkuat koordinasi dengan Unit Pendukung Akademik (UPA) Layanan Uji Kompetensi Universitas Halu Oleo (UHO) sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Teknis Pelaksanaan Program SMK Go Global yang diselenggarakan di Jakarta pada 21–23 Juli 2026. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kuning UHO, Jumat (24/7/2026), dihadiri oleh Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi UHO Deniyatno, Kepala Pusat Kemitraan Global UHO La Ode Ahmad Barata, serta Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara La Ode Askar.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BP3MI Sulawesi Tenggara, La Ode Askar, menyampaikan rencana penyiapan lembaga pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi Plantation Worker sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung implementasi Program SMK Go Global. Menurutnya, UHO telah terdaftar dalam dashboard Lembaga Vokasi Nasional di Sulawesi Tenggara dan berpotensi menjadi penyelenggara pelatihan serta sertifikasi kompetensi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Sebagai tindak lanjut, BP3MI Sulawesi Tenggara melakukan peninjauan terhadap kesiapan UHO, meliputi aspek legalitas kelembagaan, ketersediaan sarana dan prasarana pelatihan, serta kesiapan tenaga instruktur yang akan mendukung pelaksanaan program.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi UHO, Deniyatno, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UHO untuk berkontribusi dalam peningkatan kapasitas CPMI. Ia menjelaskan bahwa UPA Layanan Uji Kompetensi UHO baru dibentuk pada 6 Mei 2026 berdasarkan Surat Keputusan Rektor UHO dan saat ini masih dalam proses pengajuan lisensi sebagai lembaga pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

“Proses pengajuan lisensi meliputi pengisian formulir secara daring, penyusunan serta pengajuan skema kompetensi, hingga sertifikasi asesor kompetensi. Seluruh tahapan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam bulan sampai memperoleh lisensi operasional,” jelas Deniyatno.

Selama proses legalitas masih berlangsung, Deniyatno menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi kompetensi Plantation Worker maupun pelatihan kompetensi lainnya belum dapat dilaksanakan di UHO pada tahun 2026. Meski demikian, UPA Layanan Uji Kompetensi UHO menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan agar dapat mendukung Program SMK Go Global mulai tahun 2027. 

Persiapan tersebut meliputi penguatan kelembagaan, penyediaan instruktur bersertifikat metodologi dan kompetensi teknis sesuai bidang, serta pemenuhan sarana dan prasarana pelatihan sesuai standar.

Melalui koordinasi ini, BP3MI Sulawesi Tenggara dan UHO sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mempersiapkan kelembagaan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Setelah seluruh persyaratan legalitas dan kesiapan teknis terpenuhi, UHO diharapkan dapat berperan sebagai lembaga vokasi yang mendukung peningkatan kompetensi CPMI melalui Program SMK Go Global mulai 2027.

Kolaborasi ini diharapkan memperluas akses pendidikan vokasi bagi calon pekerja migran Indonesia agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional dan mampu meningkatkan daya saing di tingkat global.*( BP3MI Sulawesi Tenggara)