Friday, 11 September 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Kepulauan Riau Dorong Special Border Treatment untuk Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Wilayah Perbatasan

-

00.07 29 July 2026 171

BP3MI Kepulauan Riau Dorong Special Border Treatment untuk Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Wilayah Perbatasan

Pontianak, KP2MI (29/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau mendorong penerapan kebijakan special border treatment bagi masyarakat perbatasan dalam Pertemuan Pra-Meeting Sosio-Ekonomi Malaysia-Indonesia (SOSEK Malindo) ke-39 yang berlangsung di Pontianak, Selasa (29/7). Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Forum kerja sama bilateral ini menjadi wadah strategis bagi wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia, khususnya Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau bersama Sarawak, untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari kerja sama ekonomi, perdagangan, konektivitas, hingga ketenagakerjaan lintas batas.

Dalam forum tersebut, BP3MI Kepulauan Riau tergabung dalam Kelompok Kerja II yang membahas kerja sama ekonomi, perdagangan, dan perhubungan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penerapan special border treatment bagi masyarakat Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, yang selama ini banyak beraktivitas dan bekerja di Malaysia.

Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Pol. Imam Riyadi, mengatakan kebijakan tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pelindungan bagi masyarakat perbatasan.

"Kami mengusulkan penerapan special border treatment berupa pemberian short-term work permit yang dapat diperpanjang sesuai ketentuan bagi warga Serasan, Kabupaten Natuna. Pendekatan ini penting untuk memberikan kepastian hukum, memperkuat pelindungan, serta mencegah masyarakat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang maupun praktik penempatan nonprosedural," ujarnya.

Selain isu pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kelompok Kerja II juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain perluasan akses ekspor-impor produk unggulan daerah dan UMKM, pengembangan kawasan industri pengolahan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak, kerja sama pelatihan keterampilan dan pemagangan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia, serta rencana pembukaan trayek bus lintas negara rute Putussibau-Kuching.

Melalui partisipasi dalam Pra-Meeting SOSEK Malindo ke-39, BP3MI Kepulauan Riau berharap berbagai rekomendasi yang telah disepakati dapat dibahas lebih lanjut pada agenda utama SOSEK Malindo dan diimplementasikan secara konkret. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan, serta mendorong tata kelola migrasi kerja yang aman, prosedural, dan bermartabat. *(Humas/BP3MI Kepulauan Riau)