BP3MI Kepulauan Riau dan UMRAH Bekali Calon Pekerja Migran Indonesia dengan Literasi Keuangan
-
BP3MI Kepulauan Riau dan UMRAH Bekali Calon Pekerja Migran Indonesia dengan Literasi Keuangan
Batam, KP2MI (9/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Pengembangan Modul Literasi Matematika Finansial bagi Calon Pekerja Migran Indonesia di Kantor Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Batam, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 17 Calon Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari BP3MI Kepulauan Riau dan Balai Latihan Kerja (BLK) Batam. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai penyusunan anggaran, pengelolaan arus kas, hingga strategi mengalokasikan pendapatan melalui pendekatan literasi matematika finansial sebagai bekal sebelum bekerja di luar negeri.
Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Pol. Imam Riyadi, S.I.K., M.H., mengatakan penguatan literasi keuangan merupakan bagian penting dalam upaya pelindungan menyeluruh terhadap Calon Pekerja Migran Indonesia.
"Kesempatan bekerja di luar negeri adalah hak setiap warga negara. Namun, hal itu harus dilakukan secara legal dan prosedural agar memperoleh pelindungan penuh dari negara. Kami mengapresiasi civitas akademika Universitas Maritim Raja Ali Haji yang turut membekali Calon Pekerja Migran Indonesia dengan pengetahuan pengelolaan keuangan," kata Imam Riyadi.
Menurut Imam, keberhasilan bekerja di luar negeri tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan, tetapi juga dari kemampuan mengelola pendapatan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.
"Literasi keuangan sangat penting. Jangan sampai setelah kembali ke Indonesia, Pekerja Migran Indonesia tidak memiliki tabungan maupun aset produktif. Pendapatan yang diperoleh harus dikelola secara bijaksana sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia menjelaskan, BP3MI Kepulauan Riau juga terus memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui berbagai upaya strategis, termasuk sebagai bagian dari Gugus Tugas Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang Provinsi Kepulauan Riau.
Selain itu, Imam menyampaikan bahwa kerja sama regional juga terus diperkuat melalui forum Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo). Menurutnya, pada September 2026 mendatang akan dilaksanakan pertemuan bersama Pemerintah Negeri Johor Bahru untuk membahas penguatan penempatan Pekerja Migran Indonesia secara prosedural, termasuk mendorong pembentukan Special Border Agreement bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kepulauan Riau dan Riau.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Maritim Raja Ali Haji, Mirta Fera, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberian edukasi kepada Calon Pekerja Migran Indonesia agar memiliki kemampuan mengelola keuangan secara lebih baik.
Menurutnya, peserta memperoleh materi dari para akademisi, di antaranya Dr. Rezky Ramadhona dan Susanti, S.Pd., M.Pd., mengenai perencanaan keuangan yang sederhana dan aplikatif, termasuk metode pengalokasian pendapatan sebesar 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan sekunder, serta 20 persen untuk tabungan dan dana darurat.
Untuk mengukur efektivitas pelatihan, seluruh peserta mengikuti pretest sebelum materi diberikan dan posttest setelah pelatihan selesai.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan BP3MI Kepulauan Riau, diharapkan Calon Pekerja Migran Indonesia tidak hanya memiliki kompetensi untuk bersaing di pasar kerja internasional, tetapi juga mampu mengelola hasil kerja secara bijaksana sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakat setelah kembali ke tanah air. **(Humas BP3MI Kepulauan Riau)