Monday, 10 August 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Kalimantan Utara Sosialisasikan Migran Aman Bersama BAMAG Kabupaten Nunukan

-

00.06 15 June 2026 190

BP3MI Kalimantan Utara Sosialisasikan Migran Aman Bersama BAMAG Kabupaten Nunukan

Nunukan, KP2MI (15/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara melaksanakan Sosialisasi Migran Aman bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Nunukan di Aula Adelina Lisau, Kantor BP3MI Kalimantan Utara, Sabtu (13/6). Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelindungan pekerja migran Indonesia melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai migrasi yang aman dan prosedural.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Gereja KIBAID Pos PI Nunukan yang juga menggelar acara serah terima pelayanan dan perpisahan Pendeta Srigel Hengki, M.A., M.Th. Kegiatan mengusung tema “Filipi 4:13 – Segala Perkara Dapat Kutanggung di Dalam Dia yang Memberi Kekuatan Kepadaku” dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Nunukan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Andi M. Ichsan, menekankan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi dengan BAMAG Kabupaten Nunukan sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi mengenai migrasi aman dan prosedural. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tugas, fungsi, program, layanan, dan kinerja Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia.

BP3MI Kalimantan Utara juga terus mendorong terbentuknya ekosistem pelindungan pekerja migran Indonesia yang aman, prosedural, dan berbasis kolaborasi. Melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat, upaya pelindungan pekerja migran diharapkan dapat semakin efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan bahwa Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia telah meluncurkan Gerakan Nasional Migran Aman. Gerakan ini tentunya membutuhkan dukungan dan kolaborasi bersama kita semua, karena meskipun Nunukan bukan daerah kantong Pekerja Migran Indonesia tetapi Nunukan merupakan daerah perlintasan. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada Bapak/Ibu sekalian untuk turut menyampaikan kepada masyarakat bahwa bekerja ke luar negeri melalui jalur yang resmi dan prosedural merupakan pilihan yang lebih baik,” ujar Andi M. Ichsan.

Melalui kegiatan ini, para peserta dan undangan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menggelorakan Gerakan Nasional Migran Aman di Kabupaten Nunukan. Peran para pendeta dan tokoh gereja dinilai sangat strategis dalam memberikan edukasi kepada umat melalui pelayanan dan khotbah mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri secara prosedural dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sosialisasi Migran Aman juga menjadi langkah preventif dalam mencegah keberangkatan pekerja migran nonprosedural yang rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia diharapkan semakin kuat sehingga terwujud migrasi yang aman, tertib, dan bermartabat.

Melalui sinergi antara BP3MI Kalimantan Utara, BAMAG Kabupaten Nunukan, dan berbagai pemangku kepentingan, Gerakan Nasional Migran Aman diharapkan dapat semakin dikenal masyarakat. Upaya ini tidak hanya memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia, tetapi juga mendorong terciptanya budaya migrasi yang aman, legal, dan bertanggung jawab di wilayah perbatasan.**(Humas/BP3MI Kalimantan Utara).