BP3MI Kalimantan Utara Gelar Rapat Analisa dan Evaluasi Penempatan Melalui Program P to P Serta Sosialisasi Program SMK Go Global
-
BP3MI Kalimantan Utara Gelar Rapat Analisa dan Evaluasi Penempatan Melalui Program P to P Serta Sosialisasi Program SMK Go Global, Selasa (21/7/2026)
Nunukan, KP2MI (22/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara (Kaltara) menginisiasi rapat koordinasi untuk mengevaluasi layanan penempatan Pekerja Migran Indonesia di wilayah perbatasan dan mensosialisasikan Program SMK Go Global. Pada tahap awal, program unggulan ini menetapkan kuota 220 calon pekerja migran untuk wilayah Kaltara guna dibekali pelatihan dan sertifikasi internasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada, Selasa (21/7/2026) bertempat Ruangan Wawasan Nusantara.
Program SMK Go Global merupakan program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kapasitas lulusan SMK maupun masyarakat umum melalui pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja ke luar negeri, dengan target nasional 40.000 peserta pada 2026.
Destinasi terbanyak adalah Jepang dan Korea, dengan potensi pengembangan ke Malaysia, mengikuti alur pemilihan kandidat, pelatihan keahlian dan bahasa, sertifikasi profesi, hingga matching penempatan melalui P3MI. Kuota untuk wilayah Nunukan ditetapkan sebanyak 220 orang dengan potensi penambahan hingga 100 orang, dengan fokus sementara pada sektor perkebunan sawit sesuai alokasi kuota dari KP2MI
Program direncanakan berjalan selama 4 tahun dengan dukungan anggaran pusat yang dibebankan kepada KP2MI, di mana satu kelas pelatihan diisi maksimal 20 peserta selama sekitar 16 hari sebelum menerima sertifikat dari BLK. Persyaratan peserta ditetapkan berusia 18–45 tahun dengan ijazah minimal SMP, yang dapat digantikan sertifikat pelatihan bila tidak tersedia, sebagaimana diatur dalam Permen No. 2 Tahun 2026 tentang Tata Cara Penempatan Pekerja Migran Indonesia oleh Pelaksana Penempatan pasal 9
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penempatan BP3MI Kalimantan Utara, Wina Veronika Anggalo, memaparkan capaian penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui skema P to P, perkembangan Program SMK Go Global di Kabupaten Nunukan, serta mengevaluasi pelaporan keberangkatan dan kepulangan Pekerja Migran Indonesia. Kegiatan juga membahas kendala penempatan Pekerja Migran Indonesia dan menyusun langkah tindak lanjut bersama P3MI dan BLK.
"Melalui rapat tersebut, mengungkap tren penempatan melalui skema P to P yang terus berfluktuasi: 220 orang (2023) → 563 orang (2024) → 518 orang (2025), namun merosot tajam menjadi 169 orang pada 2026 (Januari s.d. pertengahan tahun)," ujar Wina Veronika.
Terkait pelaporan, ditegaskan bahwa P3MI wajib melaporkan keberangkatan dan kepulangan Pekerja Migran Indonesia di tahun 2026 melalui unggahan dokumen visa dan tiket, mengingat angka penempatan resmi dihitung dari laporan keberangkatan Pekerja Migran Indonesia oleh P3MI, bukan dari Kartu Pekerja Migran Indonesia (E-KPMI) yang terbit.
Kendala Penempatan Pekerja Migran Indonesia di wilayah perbatasan sejumlah kendala di lapangan turut disampaikan, diantaranya masih banyak majikan yang mempekerjakan Pekerja Migran Indonesia tanpa Job Order (JO), kondisi ketenagakerjaan Malaysia yang memungkinkan Pekerja Migran Indonesia terus bekerja selama paspor berlaku, serta gaji di sektor sawit yang kerap tidak sesuai ekspektasi awal.
Turut hadir dalam Rapat Ketua Tim Penempatan BP3MI Kalimantan Utara (Wina Veronika Anggalo), PT. Musafir Kelana (HJ. Suriana), PT. Bumi Mas Citra Mandiri (Arif Dena), PT. Dian Yogya Perdana (Prada Luly), PT. Alfa Nusantara Perdana (Pida), PT. Al Qurni (Hj. Ipa), PT. Muhdi Setia Abadi (Hj. Siti Qomariah), serta Staf Penempatan.
BP3MI Kaltara bersama P3MI dan BLK sepakat memperkuat sinergi penempatan PMI melalui peningkatan pencarian JO, pelaksanaan pelatihan sesuai SIP2MI, serta penyusunan kerja sama antara P3MI dan BLK agar penyaluran peserta tetap melalui P3MI. BP3MI Kaltara akan memastikan Pekerja Migran Indonesia yang telah dilatih dapat diberangkatkan ke luar negeri, memberikan pendampingan pelaporan keberangkatan Pekerja Migran Indonesia melalui sistem, serta mengoordinasikan penyelesaian kendala penempatan tanpa JO dan perbedaan aturan ketenagakerjaan di Malaysia. Selain itu, diusulkan menghadirkan testimoni Pekerja Migran Indonesia yang telah bekerja di luar negeri sebagai sarana edukasi dan motivasi bagi calon peserta. ** (Humas/ BP3MI Kalimantan Utara)