BP3MI Jawa Timur Pastikan Kepulangan 10 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Berjalan Lancar
-
BP3MI Jawa Timur Pastikan Kepulangan 10 Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Berjalan Lancar
Sidoarjo, KP2MI (11/08) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur melaksanakan kegiatan monitoring kepulangan Pekerja Migran Indonesia di Bandara Internasional Juanda Terminal 1, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat KJRI Johor Bahru tentang Permohonan Bantuan Fasilitasi Kepulangan 1 (Satu) Pekerja Migran Indonesia Rentan, serta Surat BP3MI Kepulauan Riau tentang Pemulangan 9 (Sembilan) Pekerja Migran Indonesia Asal Provinsi Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, BP3MI Jawa Timur melakukan monitoring terhadap proses kepulangan Pekerja Migran Indonesia sekaligus memastikan para Pekerja Migran Indonesia memperoleh pelayanan dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan. Setibanya di Bandara Internasional Juanda, proses pelayanan dilanjutkan melalui Helpdesk BP3MI Jawa Timur di Terminal 1.
Petugas Helpdesk BP3MI Jawa Timur selanjutnya melakukan pendataan Pekerja Migran Indonesia serta pemberian edukasi sebagai bagian dari upaya memastikan proses kepulangan berjalan dengan tertib dan Pekerja Migran Indonesia mendapatkan informasi yang diperlukan setelah kembali ke daerah asal.
Pendataan dilakukan untuk memperoleh informasi terkait identitas dan kondisi Pekerja Migran Indonesia, sementara edukasi diberikan sebagai bentuk penguatan pemahaman Pekerja Migran Indonesia mengenai pelindungan dan prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan sesuai ketentuan.
Ketua Tim Helpdesk Bandara BP3MI Jawa Timur, Eko Sugeng, menyampaikan bahwa keberadaan petugas di bandara merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada Pekerja Migran Indonesia, termasuk bagi Pekerja Migran Indonesia yang sedang menjalani proses kepulangan.
“Kami memastikan Pekerja Migran Indonesia yang tiba melalui Bandara Juanda mendapatkan pelayanan yang sesuai, mulai dari pendataan hingga pemberian edukasi. Monitoring ini penting agar pemerintah dapat mengetahui kondisi Pekerja Migran Indonesia yang kembali ke Jawa Timur sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan, khususnya terkait prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan sesuai ketentuan,” ujar Eko.
Lebih lanjut, Eko menegaskan bahwa proses kepulangan tidak hanya sebatas memastikan Pekerja Migran Indonesia tiba di daerah asal, tetapi juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk memberikan edukasi dan penguatan informasi mengenai pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Kami mengimbau kepada Pekerja Migran Indonesia yang telah kembali maupun masyarakat yang memiliki rencana untuk bekerja ke luar negeri agar selalu menggunakan jalur prosedural. Jika ingin kembali bekerja ke luar negeri, pastikan prosesnya dilakukan melalui jalur resmi sehingga hak dan pelindungan sebagai Pekerja Migran Indonesia dapat terjamin,” tambahnya.
Kegiatan monitoring kepulangan Pekerja Migran Indonesia di Bandara Internasional Juanda merupakan bagian dari komitmen BP3MI Jawa Timur dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif serta memastikan kehadiran pemerintah dalam setiap tahapan pelindungan Pekerja Migran Indonesia, termasuk pada saat kepulangan.
Melalui layanan Helpdesk di Bandara Internasional Juanda, BP3MI Jawa Timur terus berupaya memberikan pelayanan yang informatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan Pekerja Migran Indonesia. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat pemahaman Pekerja Migran Indonesia mengenai hak, kewajiban, dan prosedur bekerja ke luar negeri secara aman dan legal.(Humas/BP3MI Jawa Timur)