BP3MI Jawa Tengah dan Universitas Diponegoro Matangkan Persiapan Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia
-
BP3MI Jawa Tengah dan Universitas Diponegoro Matangkan Persiapan Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia
Semarang, KP2MI (15/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Kegiatan tersebut dihadiri dekanat, ketua program studi, serta perwakilan BP3MI Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).
Koordinasi ini bertujuan menyatukan langkah dalam pelaksanaan program peningkatan kapasitas CPMI melalui kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Program tersebut diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BP3MI Jawa Tengah, Dewi Ariani, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penempatan sebanyak 500.000 Pekerja Migran Indonesia terampil selama periode 2026–2029. Target tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain hospitality, kesehatan, manufaktur, agrikultur, konstruksi, sea based, dan transportasi.
Dewi Ariani menjelaskan, pelatihan yang akan diberikan kepada CPMI diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang ditempatkan sesuai dengan jabatan dan kompetensi yang dimiliki. Program tersebut memberikan manfaat ekonomi melalui kesempatan bekerja di luar negeri. Selain itu, program juga mendukung pemberdayaan pekerja migran Indonesia setelah menyelesaikan masa penempatannya.
Dalam rapat koordinasi juga dipaparkan sejumlah sistem pendukung Program SMK Go Global, yaitu Migran Akses, Smart PMI, dan e-Vokasi. Ketiga platform tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pelatihan, pembelajaran, hingga pelayanan bagi calon pekerja migran secara terintegrasi.
Selain itu, BP3MI Jawa Tengah dan UNDIP membahas rencana pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas yang akan diselenggarakan di lingkungan UNDIP. Pembahasan meliputi jenis pelatihan yang akan diberikan, target peserta, serta kurikulum yang disusun agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja di luar negeri.
"Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian penting dalam menyiapkan calon Pekerja Migran Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Melalui program peningkatan kapasitas ini, kami berharap peserta tidak hanya siap bekerja secara profesional di luar negeri, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menjadi modal untuk berwirausaha dan berdaya setelah kembali ke tanah air," tutup Dewi Ariani.
Menutup kegiatan, Dewi Ariani menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam mencetak pekerja migran yang profesional, kompeten, dan memiliki daya saing global.* (Humas/BP3MI Jawa Tengah)