Monday, 10 August 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Jateng Gandeng Stikes Kendal Perkuat Vokasi Internasional, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global

-

00.06 5 June 2026 330

Jajaran BP3MI Jawa Tengah bersama jajaran Stikes Kendal usai kegiatan sosialisasi peluang kerja luar negeri yang digelar di Kampus STIKES Kendal, Kami

Kendal, KP2MI (4/6) — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kendal memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berdaya saing, dan siap memasuki pasar kerja internasional. Penguatan sinergi itu dilakukan melalui kegiatan sosialisasi peluang kerja luar negeri yang digelar di Kampus STIKES Kendal, Kamis (4/6/2026).


Kepala BP3MI Jawa Tengah, Dewi Ariani, menegaskan bahwa paradigma pelindungan pekerja migran Indonesia saat ini tidak lagi terbatas pada upaya pencegahan penempatan ilegal atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO), melainkan mencakup seluruh siklus migrasi, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga setelah kembali ke tanah air.

Menurut Dewi, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan seorang pekerja migran di luar negeri. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi dan kemampuan bahasa sebagai syarat utama memasuki pasar kerja global.

"Era pekerja migran tanpa keterampilan harus ditinggalkan. Dunia kerja internasional saat ini menuntut kompetensi, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi. Mereka yang berangkat harus datang sebagai tenaga kerja terampil yang mampu bersaing secara global," tegas Dewi.

Ia menambahkan, masih banyak permasalahan yang dialami pekerja migran berawal dari rendahnya kompetensi dan kemampuan bahasa. Oleh sebab itu, penguatan pendidikan vokasi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas penempatan pekerja migran Indonesia.

"Pelindungan terbaik bagi pekerja migran bukan hanya regulasi, tetapi kompetensi. Ketika seseorang memiliki keterampilan yang sesuai standar dan kemampuan bahasa yang baik, risiko eksploitasi maupun permasalahan kerja akan jauh berkurang," katanya.

Dewi menilai STIKES Kendal memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia berorientasi pasar kerja internasional. Dukungan sarana pendidikan, tenaga pengajar, dan kurikulum vokasi dinilai mampu menghasilkan lulusan yang siap mengisi kebutuhan tenaga kesehatan dan sektor lainnya di berbagai negara tujuan.

Karena itu, BP3MI Jawa Tengah membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan STIKES Kendal dalam pengembangan pendidikan vokasi, pelatihan kompetensi, penguatan bahasa asing, hingga fasilitasi informasi penempatan kerja luar negeri yang aman dan sesuai prosedur.

"Negara harus hadir membuka akses, memberikan pelindungan, dan memastikan setiap warga yang ingin bekerja ke luar negeri berangkat secara legal, kompeten, dan bermartabat. Itulah arah kebijakan yang terus kami dorong," ujar Dewi.

Senada dengan Dewi, Sekretaris dan Bendahara STIKES Kendal, Sri Supriyati, mengungkapkan bahwa sejak 2022 kampusnya telah memberangkatkan sekitar 217 mahasiswa mengikuti program internship di Jepang, khususnya wilayah Okinawa. Program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja internasional, tetapi juga meningkatkan kapasitas profesional mahasiswa sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan.

"Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja lintas budaya, peningkatan keterampilan, serta penghasilan yang dapat menjadi modal pengembangan karier di masa depan," ujar Sri.

Melalui kolaborasi tersebut, STIKES Kendal dan BP3MI Jawa Tengah berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan global yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah dunia. ** (Humas/BP3MI Jawa Tengah)