Monday, 10 August 2026
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Bali Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

-

00.07 10 July 2026 143

BP3MI Bali Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk Tingkatkan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Denpasar, KP2MI (9/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya meningkatkan pelindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Bali yang aman, legal, dan profesional.

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi Kepala BP3MI Provinsi Bali Muhammad Iqbal bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (9/7/2026).

Audiensi turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan beserta jajaran, serta seluruh Ketua Tim di lingkungan BP3MI Provinsi Bali.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Iqbal memaparkan capaian penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Bali yang hingga 9 Juli 2026 telah mencapai 9.313 orang. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 12.000 penempatan pada akhir tahun seiring terbukanya peluang kerja di berbagai negara tujuan.

Selain memaparkan capaian penempatan, BP3MI Bali juga menyampaikan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan, di antaranya Program SMK Go Global, pembentukan Desa Migran Emas sebagai pusat informasi dan pelindungan di tingkat desa, serta pelaksanaan Gerakan Nasional Migran Aman melalui kolaborasi dengan Majelis Desa Adat, sekolah menengah kejuruan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, BP3MI Bali juga menyampaikan tantangan yang masih dihadapi, salah satunya belum terintegrasinya seluruh data pelaut dari manning agency ke dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).

Kepala BP3MI Provinsi Bali Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya berkomitmen memperluas akses masyarakat Bali terhadap peluang kerja luar negeri yang aman dan prosedural melalui penguatan kompetensi serta edukasi sejak dari daerah asal.

Menurutnya, Program SMK Go Global, pembentukan Desa Migran Emas, dan Gerakan Nasional Migran Aman merupakan langkah strategis untuk menyiapkan calon Pekerja Migran Indonesia yang kompeten sekaligus memperkuat pelindungan sebelum bekerja di luar negeri.

"Kami berkomitmen untuk terus memperluas akses masyarakat Bali terhadap peluang kerja luar negeri yang aman dan legal. Program SMK Go Global, pembentukan Desa Migran Emas, serta Gerakan Nasional Migran Aman merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat pelindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia sejak dari daerah asal," ujar Muhammad Iqbal.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan pentingnya mengarahkan masyarakat Bali yang ingin bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi sebagai bagian dari implementasi program Krama Bali Go Global.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia Bali harus dibarengi dengan sistem pelindungan yang kuat serta kolaborasi lintas sektor agar masyarakat memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.

"Program Krama Bali Go Global harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat Bali memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri secara prosedural, aman, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali, BP3MI, Dinas Ketenagakerjaan, lembaga pendidikan, hingga pemerintah desa perlu terus diperkuat," kata I Wayan Koster.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali juga menginstruksikan agar BP3MI Bali dan Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali semakin memperkuat koordinasi, khususnya dalam pelaksanaan program peningkatan kapasitas, pemberdayaan, serta sosialisasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman.

Melalui audiensi ini, BP3MI Provinsi Bali berharap kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali semakin solid dalam memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia, meningkatkan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia, serta mendukung terwujudnya penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Bali yang aman, prosedural, dan berdaya saing di pasar kerja global. **(Humas BP3MI Bali)