BP3MI Bali Edukasi Ratusan Siswa LPK tentang Migrasi Aman dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
-
BP3MI Bali Edukasi Ratusan Siswa LPK tentang Migrasi Aman dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Denpasar, KP2MI (16/7) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Bali menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Kompetensi Kota Denpasar pada Selasa (14/7/2026), di Ruang Sabha Negari, Kantor Perbekel Desa Sumerta Kelod, Kota Denpasar.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan siswa dan siswi dari berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kota Denpasar. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman calon pekerja migran mengenai prosedur bekerja ke luar negeri yang aman, legal, serta pentingnya meningkatkan kompetensi sebelum memasuki pasar kerja internasional.
Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Kompetensi Kota Denpasar, I Putu Gde Setiawan, bersama Perbekel Desa Sumerta Kelod, I Gusti Ketut Anom Suardana. Dalam sambutannya disampaikan harapan agar kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia terus diperkuat, mengingat besarnya kontribusi remitansi Pekerja Migran Indonesia terhadap perekonomian nasional.
Materi pertama disampaikan oleh Pengantar Kerja Ahli Madya Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Manila Ayupijaya, dengan tema "Gen Z Menuju Dunia Kerja". Dalam paparannya dijelaskan pentingnya membangun karakter, kompetensi, serta kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Peserta juga didorong untuk memanfaatkan peluang bekerja di luar negeri melalui jalur yang prosedural sebagai sarana meningkatkan keterampilan dan pengalaman, sehingga kelak dapat kembali berkontribusi bagi pembangunan Bali.
"Generasi Z memiliki potensi besar untuk bersaing di dunia kerja global. Kuncinya adalah terus meningkatkan kompetensi, membangun karakter yang baik, dan memilih jalur bekerja ke luar negeri yang aman serta sesuai prosedur. Pengalaman yang diperoleh di luar negeri nantinya dapat menjadi bekal untuk ikut membangun daerah," ujar Manila.
Pada sesi berikutnya, Kepala BP3MI Provinsi Bali, Muhammad Iqbal, memaparkan tugas dan fungsi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia beserta BP3MI Bali dalam memberikan pelindungan kepada Pekerja Migran Indonesia sejak sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Iqbal turut menyampaikan diseminasi Program SMK Go Global sebagai upaya meningkatkan kompetensi (upskilling) calon pekerja migran sekaligus mendukung Program Krama Go Global Pemerintah Provinsi Bali. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai skema penempatan Pekerja Migran Indonesia secara prosedural, bahaya penempatan nonprosedural, serta berbagai modus kejahatan, termasuk praktik love scamming yang berpotensi berujung pada tindak pidana perdagangan orang.
"Bekerja ke luar negeri harus diawali dengan persiapan yang matang, peningkatan kompetensi, dan melalui jalur yang resmi. Jangan mudah tergiur iming-iming pekerjaan yang tidak jelas. Manfaatkan informasi lowongan kerja yang tersedia di SISKOP2MI agar proses penempatan berlangsung aman, legal, dan mendapatkan pelindungan dari negara," kata Muhammad Iqbal.
BP3MI Bali juga memperkenalkan 10 Desa Migran Emas di Provinsi Bali sebagai bentuk penguatan pelindungan, penghargaan, dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia di tingkat desa. Sebagai penutup, peserta diarahkan untuk memanfaatkan SISKOP2MI sebagai sumber informasi resmi lowongan kerja luar negeri yang aman dan legal, serta diperkenalkan layanan Lounge Pekerja Migran Indonesia dan Helpdesk BP3MI Bali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang disediakan sebagai bentuk layanan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya bekerja ke luar negeri secara prosedural, memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global, serta mampu menjadi Pekerja Migran Indonesia yang profesional, terlindungi, dan berdaya saing.**(Humas/BP3MI Bali)